TOLITOLI UTARA – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung ketahanan pangan dan memperkuat perekonomian masyarakat terus diwujudkan melalui kegiatan pembinaan teritorial di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 1305-02/Tolitoli Utara (Tolut), Praka Sanusi, yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ketahanan pangan (Hanpangan) bersama warga di Desa Diule, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Kamis, 15/10/26.
Dalam kegiatan tersebut, Praka Sanusi berinteraksi langsung dengan Bapak Agus saat melakukan pengolahan kelapa menjadi kopra. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian aparat kewilayahan terhadap aktivitas produktif masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa.
Pengolahan kelapa menjadi kopra merupakan bagian penting dalam rantai usaha perkebunan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Kopra yang dihasilkan dari daging buah kelapa yang telah melalui proses pengeringan dapat menjadi salah satu komoditas perdagangan yang menunjang pendapatan petani dan pelaku usaha perkebunan.
Kehadiran Praka Sanusi di tengah aktivitas warga tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat sekaligus mendorong semangat warga dalam mengembangkan potensi sumber daya alam yang tersedia di wilayahnya.
Melalui kegiatan Hanpangan ini, Babinsa dapat melihat secara langsung proses pengolahan hasil perkebunan yang dilakukan masyarakat. Interaksi tersebut juga menjadi sarana untuk bertukar informasi mengenai aktivitas pertanian dan perkebunan, kondisi usaha warga, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengelola hasil produksi.
Praka Sanusi menilai bahwa sektor perkebunan memiliki peranan penting dalam menopang kehidupan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, potensi perkebunan yang ada di wilayah Desa Diule perlu terus dijaga dan dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi warga.
Selain menjadi sumber penghasilan, pengolahan kelapa menjadi kopra juga mencerminkan semangat kerja keras dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan hasil perkebunan. Dengan pengelolaan yang baik, komoditas tersebut berpeluang memberikan nilai tambah dibandingkan apabila kelapa hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mendorong pentingnya menjaga kualitas hasil olahan agar tetap memiliki nilai jual yang baik. Proses pengeringan yang tepat, kebersihan tempat pengolahan, serta penyimpanan kopra yang baik merupakan sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga mutu produk perkebunan.
Upaya menjaga kualitas hasil produksi menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung daya saing komoditas lokal. Dengan hasil olahan yang bermutu, petani diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh nilai ekonomi yang sesuai dengan kualitas produk yang dihasilkan.
Kegiatan yang dilaksanakan Praka Sanusi ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan pembinaan teritorial oleh Koramil 1305-02/Tolut. Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, Babinsa berupaya membangun kedekatan, menumbuhkan semangat produktivitas, serta memperkuat hubungan kerja sama dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.
Pembinaan Hanpangan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertanian tanaman pangan, tetapi juga dapat menyentuh berbagai aktivitas produktif masyarakat yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan hasil perkebunan. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Bagi masyarakat Desa Diule, sektor perkebunan kelapa merupakan salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan melalui pengelolaan yang terencana dan berkesinambungan. Hasil perkebunan yang diolah secara baik dapat menjadi sumber pendapatan keluarga sekaligus mendukung perputaran ekonomi di lingkungan desa.
Melalui kegiatan ini, Praka Sanusi juga memperlihatkan bahwa kehadiran Babinsa di wilayah binaan tidak terbatas pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi turut mencakup pembinaan sosial dan pemberdayaan potensi masyarakat sesuai dengan tugas kewilayahan.
Interaksi yang terjalin secara langsung diharapkan semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hubungan yang harmonis tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang baik, memperkuat semangat gotong royong, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang produktif dan sejahtera.
Koramil 1305-02/Tolut terus mendorong pelaksanaan kegiatan pembinaan teritorial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Melalui keterlibatan Babinsa dalam kegiatan Hanpangan, diharapkan potensi pertanian dan perkebunan di wilayah Kabupaten Tolitoli dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Praka Sanusi bersama Bapak Agus dalam pengolahan kelapa menjadi kopra di Desa Diule menjadi salah satu gambaran nyata kedekatan aparat kewilayahan dengan masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat kerja, meningkatkan kepedulian terhadap potensi lokal, serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan produktif.
Melalui kegiatan Hanpangan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Koramil 1305-02/Tolut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mendorong optimalisasi potensi pertanian dan perkebunan guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Tolitoli.
Babinsa Koramil 1305-02/Tolut Dorong Produktivitas Petani Kelapa di Desa Diule









