Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 1305-10/Damsel Aktif Sosialisasikan Kewaspadaan Kepada Masyarakat

TOLITOLI – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Babinsa Koramil 1305-10/Dampal Selatan (Damsel), Kodim 1305/Buol Tolitoli, Praka Moh. Fauzi, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di Dusun Salae, Desa Abbajareng, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli, Sabtu, 17/10/26.

Kegiatan Komsos tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial TNI AD untuk mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dalam pertemuan tersebut, Praka Moh. Fauzi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya saat kondisi cuaca kering yang dapat menyebabkan vegetasi dan semak belukar mudah terbakar.

Dalam komunikasi bersama warga, Babinsa menekankan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian serta peran aktif seluruh elemen masyarakat. Langkah pencegahan sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan warga, merusak kawasan perkebunan, mengganggu aktivitas masyarakat, serta menimbulkan pencemaran udara akibat asap.

Praka Moh. Fauzi mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering dan angin berpotensi mempercepat penyebaran api. Kebiasaan membakar sampah atau sisa tanaman tanpa pengawasan juga perlu dihindari karena percikan api dapat menjalar ke area yang lebih luas dan memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar kawasan perkebunan, lahan pertanian, maupun area yang ditumbuhi rumput dan semak kering. Warga diharapkan tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala serta memastikan bahwa sisa pembakaran benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Melalui kegiatan Komsos ini, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada aparat desa, Babinsa, atau petugas terkait apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Kecepatan dalam menyampaikan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam upaya penanganan kebakaran agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Kewaspadaan masyarakat menjadi unsur penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Kebakaran yang terjadi di kawasan hutan, perkebunan, maupun lahan terbuka tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat akibat paparan asap. Dalam kondisi tertentu, asap kebakaran dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu aktivitas transportasi, serta menimbulkan gangguan pernapasan bagi warga yang terpapar.

Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkesinambungan melalui penyampaian informasi, peningkatan kesadaran, serta kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan instansi terkait. Dengan adanya komunikasi yang baik, diharapkan masyarakat semakin memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan masing-masing.

Kegiatan Komsos yang dilaksanakan Praka Moh. Fauzi di Dusun Salae, Desa Abbajareng, juga menjadi sarana untuk memperkuat kedekatan antara Babinsa dan masyarakat. Melalui komunikasi secara langsung, Babinsa dapat menyampaikan imbauan secara lebih efektif sekaligus mendorong warga agar berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.

Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, dan kenyamanan warga. Salah satunya melalui kegiatan komunikasi sosial yang membahas pencegahan Karhutla sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran di wilayah binaan.

Koramil 1305-10/Damsel melalui peran Babinsa terus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran. Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sejak dini sehingga risiko terjadinya Karhutla dapat diminimalkan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Komsos tersebut, diharapkan masyarakat Desa Abbajareng semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran di wilayahnya.l.

Melalui komunikasi sosial yang berkelanjutan, Kodim 1305/Buol Tolitoli melalui jajaran Koramil berkomitmen memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, dan lestari.

Pencegahan Karhutla dimulai dari kepedulian bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menghindari pembakaran lahan secara sembarangan, masyarakat turut berperan penting dalam melindungi lingkungan serta menjaga keselamatan bersama.

Pos terkait

banner 468x60