Dandim 1305/BT Hadiri Evaluasi Audit Kasus Stunting Yang di Gelar Dinas BKKBN Sulteng

Kodim1305/BT, Sulteng | Kabartoday.id – Dandim 1305/BT Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie, S.Sos menghadiri Evaluasi Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Tolitoli Tahun 2022, yang diselenggarakan di Aula Hotel Alatas Tolitoli, Rabu (09/11/2022).

Kegiatan Evaluasi Audit Kasus Stunting
tersebut bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting, serta solusi agar tidak terjadi kasus seperti ini dikemudian hari.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting merupakan dasar hukum bagi pemerintah daerah di semua jenjang untuk melakukan angka penurunan Stunting. Untuk itu di perlukan penguatan kerangka, substansi, intervensi serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting di daerah.

Di hadapan para tamu undangan Dandim 1305/BT selaku Bapak asuh stunting Buol Tolitoli mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu, atas segala usaha dan upaya yang sudah dibahas hari ini.

“Saya sebagai Komandan Kodim 1305/BT dan seluruh jajaran TNI AD Kodim 1305/BT akan hadir di tengah masyarakat untuk mencari solusi dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Tolitoli, yang mana saat ini Kodim 1305/BT dan saya selalu Komandan Kodim telah menjadi bapak asuh bagi anak penderita Stunting. Kami menjadi mitra kerja perintah sesuai dengan perintah dari Bapak Panglima kepada Bapak Kasad hingga sampai kepada para Dandim di seluruh Indonesia,” Pungkasnya.


Di tempat yang sama Sambutan dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng bapak Saiful SB Umar, S.Sos. M.Si mengatakan Stunting merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh pemerintah, dan komitmen pemerintah ini termuat dalam masuknya stunting ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN Tahun 2020-2024.

“Pemerintah menargetkan pada Tahun 2024 penurunan angka Stunting diharapkan menjadi 14%, yang mana pada tahun 2019 peningkatan Stunting mencapai 27,6%,” Bebernya.

Dengan Demikian, BKKBN Provinsi Sulteng akan mengupayakan adanya pendampingan keluarga dengan ibu hamil pasca persalinan dan bayi baru lahir hingga usia 2 tahun, pendampingan masa kehamilan sangat penting dalam upaya menurunkan stunting.

“Karena masa tersebut merupakan golden periode tahap 1 dari 1000 hari kehidupan. Pendampingan masa kehamilan dimaksudkan untuk memantau perkembangan kehamilan dan mendeteksi secara dini,” ungkapnya.

Terkait dengan itu, Dinas BKKBN Provinsi Sulteng akan menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 BKKBN menyusun strategi nasional percepatan penurunan standar yang dikeluarkan dalam peraturan badan kependudukan dan keluarga berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional percepatan penurunan angka stunting di Indonesia Tahun 2021 sampai 2024 atau disingkat RAN.

Hadir dalam kegiatan tersebut Moh. Besar Bantilan (Wakil Bupati Tolitoli), Letkol Inf Lawdewick B.K, S.Sos. (Dandim 1305/BT), AKP Anshari Tolah (Kasi Humas Polres Tolitoli), Lely Husna Bantilan, S.Sos. MM (Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Tolitoli), Saiful SB Umar, S.Sos. M.Si. (Perwakilan BKKBN Prov. Sulteng), dr. Rose (Kepala Klinik Bersalin Kab. Tolitoli), Hijriawati (Kepala BPJS Kesehatan Kab. Tolitoli) dan Tamu Undangan berkisar 50 orang. ***

Pos terkait

banner 468x60