Buol, Sulteng | Kabartoday.id – Isu pembacokan dan Intimidasi kepada pihak keluarga yang viral di media sosial diwilayah kabupaten Buol, di duga dilakukan oleh oknum TNI AD Kodim 1305/BT masih dalam pendalaman.
Hal ini di sampaikan langsung oleh Dandim 1305/BT Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie,S.Sos yang di konfirmasi media ini mengatakan setelah kejadian tersebut, pihaknya langsung melakukan konfirmasi kepada semua jajaran anggota TNI yang ada di wilayah kabupaten buol khususnya di wilayah Koramil 1305-05/Biau untuk segera di telusuri dan ditindak lanjuti.
“Setelah di telusuri kepada pihak keluarga bahwa kejadian tersebut bukan dilakukan oleh oknum TNI seperti informasi yang beredar di media sosial,” Ucap Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie.
“Semua informasi yang beredar di media sosial itu masih sementara dalam pendalaman Pak” Tambah orang nomor satu di Makodim itu kepada media kabartoday.id (10/04/2023).
Lanjut Lawdewick Brucelee Karthnie, menjelaskan berdasarkan laporan dari wilayah Koramil Biau yang baru diterima, dari pihak keluarga korbanĀ menyampaikan bahwa saat kejadian tersebut tidak melihat siapa pelakunya. terkait ada sekelompok TNI yang datang mengintimidasi itu juga tidak benar.
“Saya langsung memerintahkan anggota untuk mendatangi pihak keluarga serta mencari kebenaran dari informasi yang telah beredar. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan dari pihak keluarga menyampaikan bahwa tidak ada anggota TNI yang datang di rumah mereka untuk melakukan Intimidasi kepada pihak keluarga,” ungkap Dandim.
Lebih jauh Dandim mengatakan bahwa terkait kasus ini, dirinya sudah memerintahkan kepada anggota TNI yang di duga tersebut untuk datang ke Makodim, untuk menjalani pemeriksaan dan permintaan keterangan serta melakukan pendalaman.
“Hingga saat ini saya masih melakukan pendalaman kepada anggota yang diduga terlibat. saya juga memerintahkan kepada Danramil Biau untuk terus melakukan pendalaman informasi dan pemeriksaan terkait kejadian tersebut, termaksud meminta keterangan kepada raja Buol” ungkap Dandim.
Lanjut Dandim, kalau itu benar nantinya, “ada oknum TNI” yang terlibat seperti apa yang telah ramai di media sosial, dirinya tidak segan segan mengambil tindakan sesuai dengan aturan institusi TNI.
“Karena selama ini hubungan yang dibangun antara TNI dan rakyat sudah sangat dekat dan humanis, dan jangan karena informasi yang belum jelas dapat merusak hubungan TNI dan Rakyat” jelasnya.
Lebih jauh Lawdewick Brucelee Karthnie, S.Sos menuturkan proses pemeriksaan dilapangan saat ini masih terus didalami oleh Danramil Biau dan mencari tahu kebenarannya termaksud meminta keterangan kepada raja Buol.
“Kami akan tuntaskan masalah ini, hingga nama baik TNI AD Khususnya kodim 1305/BT tidak tercoreng oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab” Pungkasnya.
Terkait kasus yang viral di media sosial, Hal yang sama juga di dapat dari grup WhatsApp HMI dan KAHMI BUOL salah seorang anggota Group memberikan pernyataan bahwa dirinya ingin meluruskan bahwa korban ini 1 kampung dengan saya dari Komaligon.
Adapun anggota TNI saat kejadian itu mengamankan saat terjadi keributan diwilayah leok 1. yang awal mula keributan karena adanya lesbian “Saling suka sesama jenis ” Disertai pemuda yang sudah terpengaruh minuman Keras.
Dari pihak TNI hanya sebagai Pengamanan saat itu, dan pembacokan dari pihak TNI dan kepolisian tidak melihat adanya kejadian pembacokan di Lokasi TKP.
Apalagi dengan adanya isu pihak TNI melakukan Intimidasi di pihak keluarga sampai saat ini informasi tersebut tidak benar adanya. ***









