PPTK Ungkap Kendala Selama Pembangunan
SIGI, Sulteng — Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kalukubula, Kecamatan Biromaru, dengan Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah rampung pada 2025.
Jembatan tersebut menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat di kedua wilayah karena diharapkan dapat memperlancar akses dan mobilitas warga, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Herman, menjelaskan bahwa proses pembangunan sebelumnya menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama berkaitan dengan pengadaan material dan mobilisasi peralatan konstruksi.
Menurut Herman, material baja untuk rangka jembatan harus didatangkan dari Surabaya karena wajib memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditentukan dalam pekerjaan.
“Bahan baja didatangkan dari Surabaya sesuai spek. Sementara untuk bor pile, alatnya didatangkan dari Makassar,” ujar Herman kepada media, Selasa (1/9/2026).
Ia mengatakan, proses pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan teknis di lapangan. Setelah material rangka baja tersedia, pekerjaan juga harus menyesuaikan dengan ketersediaan alat bor pile yang digunakan untuk pekerjaan pondasi.
“Material rangka baja mulai didatangkan dan dirangkai pada Februari. Kita menunggu alat bor pile. Jadi memang ada tahapan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan sebelum alat tersebut tersedia,” jelasnya.
Herman menambahkan, dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat tambahan waktu sekitar 50 hari kerja. Penambahan waktu tersebut diberikan untuk menyelesaikan tahapan pekerjaan dengan mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan.
PPTK Minta Informasi Proyek Berdasarkan Data
Terkait munculnya sorotan terhadap pembangunan jembatan tersebut, Herman menegaskan bahwa pengawasan terhadap pekerjaan pemerintah merupakan hal yang wajar dan diperlukan.
Namun, ia meminta setiap informasi maupun kritik yang disampaikan kepada publik terlebih dahulu mengacu pada data serta kondisi faktual di lapangan.
“Kalau memberikan informasi, harus berdasarkan data yang akurat. Jangan sampai informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” tegas Herman.
Dengan telah rampungnya pembangunan pada 2025, keberadaan jembatan gantung Kalukubula–Tinggede diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain memperpendek akses antardesa, jembatan tersebut diharapkan mampu menunjang kelancaran aktivitas warga serta meningkatkan konektivitas antara wilayah Biromaru dan Marawola.
Masyarakat pun diharapkan dapat memanfaatkan dan menjaga fasilitas tersebut agar keberadaan jembatan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. ***
Jembatan Gantung Kalukubula–Tinggede Rampung 2025









