Buol, Sulteng | Kabartoday.id – Terkait “Arogansi dan sikap sombong” yang ditunjukkan oleh kepala dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Buol kepada sejumlah awak media, akhirnya mendapatkan tanggapan serius dari Salah Satu Wartawan senior ANTARA di Sulawesi Tengah, Syamsudin Intam, S.Sos.
Dihadapan sejumlah awak media Syamsudin Intam, S.Sos yang merupakan wartawan senior ANTARA mengungkapkan keprihatinannya atas sikap serta perilaku Sombong dan arogansi seorang Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol, Ir.H dalam melayani kehadiran (kedatangan) wartawan ketika hendak melakukan konfirmasi beberapa hal yang berkaitan tugas pokok dan fungsi wartawan.
“Seharusnya ketika rekan rekan wartawan itu datang dengan maksud dan tujuan untuk konfirmasi, mestinya pak Kadis, harus sampaikan kepada petugasnya bahwa ia belum bisa menerima kehadiran wartawan dengan alasan “masih kumpul data dan sebagainya” papar Syamsudin menanggapi pemberitaan sejumlah media terkait sikap dan respon Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Buol atas pelayanannya terhadap wartawan.
Dikatakannya kalau misalnya yang hendak dikonfirmasi wartawan itu bersifat rahasia, “masa harus melalui orang lain atau petugasnya,” Kata Syamsudin.
“Kalau sekiranya Pak Kadis belum dapat menerima kehadiran rekan rekan wartawan untuk sebuah konfirmasi, menurut saya Pak Kadis cukup dapat melayaninya sebagai sahabat. Jangan langsung menolak dengan alasan harus melalui petugas dulu” Tambahnya.
Sebab dalam hal menerima sebuah konfirmasi menurut Syamsudin terkait sesuatu permasalahan yang akan disampaikan oleh wartawan, “Sebenarnya ada juga hak informan untuk tidak menyiarkan informasi, kalau informan itu tidak mengijinkan,” jelasnya.
Karena perlu diketahui, wartawan atau Pers dan menjalankan tugas dan fungsinya, itu selalu di lindungi Undang-Undang, demikian juga halnya seorang pejabat “Kadis” juga dilindungi Undang Undang.
Sehingga, kata Syamsudin dalam hal menjalin tugas kemitraan antara Pers dan Pemerintah, perlu dibangun hubungan komunikasi dan kordinasi, agar suguhan informasi yang akan dikeluarkan di ruang publik lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
“Seperti bahasa seorang Mantan Bupati Buol Pak Karim Hanggi berkata, “Lebih baik kita PINTAR MERASA DARI PADA MERASA PINTAR” Maju terus pers nasional,” ujarnya saat menyemangati para juniornya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Koalisi Anti Korupsi ( KRAK) Sulteng Harsono Bereki juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap sikap oknum Kadis tersebut.
Menurutnya, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di beri amanah dalam sebuah jabatan strategis, seharusnya seorang Kadis Pertanian dan Ketahanan Buol itu harus dapat menunjukan sikap yang rama dalam memberikan pelayanan kepada siapapun yang datang, termasuk kepada rekan rekan wartawan yang juga sebagai warga negara Indonesia yang baik.
“Seharusnya, Ia (kadis-red) sadar, jabatan yang melekat pada dirinya itu adalah amanah, dan menjadi pelayan masyarakat bukan dilayani masyarakat. Jadi tidak boleh sombong ketika menduduki sebuah jabatan, Tuturnya.
Karena kata Harsono, jabatan itu juga adalah titipan yang bersifat sementara. “Dan kalau tidak mampu melayani maka lebih baik mundur dari jabatan tersebut” tandas Harsono via telpon kepada sejumlah media.
Lanjut ia menggaris bawahi, maksud dan tujuan rekan rekan wartawan seharusnya mendapatkan pelayanan yang baik, bukan malah sebaliknya terkesan ditolak dengan berbagai alasan.
“Karena kepala dinas juga perlu ketahui, keberadaan Pers itu adalah pilar ke empat demokrasi dalam kehidupan bernegara setelah Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Termaksud dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Pers sebagai mitra kerja pemerintah yang dilindungi Undang Undang No 40 tahun 1999,” jelasnya.
“Saya berharap dalam melakukan tugasnya sebagai pelayan, para pejabat yang diberi amanah harus dapat menjalin hubungan kerja kemitraan dengan Pers serta lebih memahami tugas dan fungsi Pers itu sendiri termasuk lembaga sosial lainnya,” pungkas Harsono. ***
Sikap “Sombong dan Arogan Kadis Pertanian Buol” Mendapat Sorotan Dari Wartawan Senior ANTARA Dan LSM di Sulteng









