SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa terus digencarkan. Pemerintah Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, menggelar kegiatan tanam jagung perdana melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari lembaga desa, kelompok tani, hingga pelajar.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan SMPN 2 Maliku sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa tahun 2025. Menariknya, program ini tidak hanya berfokus pada hasil pertanian, tetapi juga pada edukasi generasi muda tentang pentingnya sektor pertanian.
Kolaborasi tersebut melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tahai Jaya sebagai pelaksana utama, bersama Gapoktan Sido Mukti, pihak sekolah, serta dukungan dari Polsek Maliku.
Ketua TPK Desa Tahai Jaya, Maryoto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemanfaatan dana desa, khususnya alokasi 20 persen untuk ketahanan pangan yang difokuskan pada budidaya jagung. Saat ini, tanaman jagung yang ditanam pada tahun 2025 tersebut telah menunjukkan pertumbuhan yang baik.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Kami ingin siswa memahami bahwa pertanian adalah sektor penting dan merupakan pekerjaan yang mulia,” ujar Maryoto kepada Media ini, Selasa (17/03/2026).
Keterlibatan pelajar dari SMPN 2 Maliku, lanjut ia, menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan ini. “Dengan turun langsung ke lapangan, para siswa diharapkan memiliki kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengenal dunia pertanian secara nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tahai Jaya, Jasimin menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ketahanan pangan desa yang berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan bahwa ketahanan pangan di Desa Tahai Jaya tetap terjaga, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian,” ungkapnya.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, lembaga pelaksana, kelompok tani, aparat kepolisian, serta dunia pendidikan, program tanam jagung ini diharapkan mampu menjadi contoh nyata pembangunan berbasis kolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat desa. Kabartoday.id









