Babinsa Koramil 1305-07/Bunobogu Turun ke Lahan Bantu Petani Pipil Biji Jagung di Desa Taat

Tolitoli, Sulteng – Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah binaan terus dilakukan jajaran Koramil 1305-07/Bunobogu melalui keterlibatan langsung Babinsa dalam berbagai aktivitas pertanian masyarakat. Babinsa Koramil 1305-07/Bunobogu Serka Taufik S. melaksanakan kegiatan Hanpangan berupa perontokan jagung milik Bapak Rano yang berlokasi di Desa Taat, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol. 09/08/26.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran aktif Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus mempererat hubungan komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan. Dengan turun langsung ke tengah-tengah petani, Babinsa dapat melihat secara nyata perkembangan kegiatan pertanian masyarakat, khususnya pada tahapan pascapanen.

Dalam pelaksanaan kegiatan, Serka Taufik S. terlibat langsung dalam proses perontokan jagung yang telah dipanen oleh Bapak Rano. Tahapan perontokan merupakan salah satu proses penting setelah masa panen karena bertujuan memisahkan biji jagung dari tongkol sehingga hasil panen dapat dikumpulkan, dikeringkan, disimpan, maupun dipasarkan sesuai kebutuhan.

Kegiatan berlangsung di lingkungan lahan pertanian milik Bapak Rano dengan suasana penuh kebersamaan. Babinsa bersama masyarakat melaksanakan pekerjaan secara gotong royong sehingga proses perontokan jagung dapat berjalan secara tertib dan lancar.

Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian seperti ini juga menjadi sarana untuk menjalin komunikasi sosial secara langsung dengan warga. Dalam kesempatan tersebut, Babinsa dapat berinteraksi dengan petani sekaligus memperoleh gambaran mengenai kondisi pertanian, hasil produksi, serta berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan pascapanen.

Serka Taufik S. menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peranan penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan Hanpangan akan terus dilakukan di wilayah binaan sebagai bagian dari komitmen TNI AD dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peran aktif aparat kewilayahan.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan pada saat proses penanaman dan pemeliharaan tanaman, tetapi juga pada penanganan hasil panen. Proses pascapanen yang dilakukan secara baik dapat menjaga kualitas hasil pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.

Perontokan jagung menjadi salah satu tahapan yang perlu mendapat perhatian karena hasil yang telah dipanen harus segera diproses dengan baik. Setelah melalui proses perontokan, biji jagung dapat dilanjutkan ke tahap pengeringan untuk menjaga kualitas dan daya simpan sebelum digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dipasarkan.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kebersamaan antara Babinsa dan warga dalam melaksanakan pekerjaan pertanian mencerminkan hubungan yang erat antara aparat kewilayahan dengan masyarakat di wilayah binaannya.

Melalui kegiatan Hanpangan secara rutin, Babinsa Koramil 1305-07/Bunobogu terus berupaya menjaga komunikasi dengan para petani serta mendorong semangat masyarakat dalam mengoptimalkan lahan pertanian. Hal tersebut sejalan dengan pentingnya menjaga produktivitas sektor pertanian sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat pedesaan.

Kegiatan perontokan jagung milik Bapak Rano di Desa Taat juga menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat diperkuat melalui langkah-langkah nyata di tingkat desa. Pengelolaan hasil pertanian secara baik, peningkatan produktivitas lahan, serta semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Koramil 1305-07/Bunobogu akan terus mengoptimalkan peran Babinsa dalam melakukan pembinaan teritorial di wilayah masing-masing, termasuk melalui kegiatan Hanpangan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi pertanian yang ada di wilayahnya.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, diharapkan hasil pertanian masyarakat Desa Taat dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan serta peningkatan perekonomian keluarga petani. Semangat gotong royong dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dari tingkat desa.

Pos terkait

banner 468x60