Tolitoli — Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Babinsa Koramil 1305-10/Damsel Kodim 1305/BT bersama Bhabinkamtibmas dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) di Desa Dongko, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli, Minggu, 27/9/26.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1305-10/Damsel, Serka Asmawan, bertempat di rumah Bapak Amrugan, Desa Dongko. Pertemuan tersebut menjadi sarana komunikasi bersama masyarakat sekaligus momentum untuk kembali menyampaikan sosialisasi mengenai dampak yang dapat ditimbulkan akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kegiatan Komsos tersebut, Serka Asmawan bersama Bhabinkamtibmas dan BPD mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api secara sembarangan.
Sosialisasi diberikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat memahami bahwa Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Kebakaran yang meluas dapat menyebabkan kerusakan vegetasi, mengancam lahan perkebunan dan pertanian serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu kualitas udara.
Serka Asmawan juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api, terutama saat membersihkan lahan maupun membakar sisa-sisa tanaman. Penggunaan api perlu dilakukan secara bertanggung jawab dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa maupun unsur terkait sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Kegiatan Komsos yang melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan BPD tersebut menunjukkan pentingnya sinergi seluruh unsur di tingkat desa dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan. Upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran bersama serta partisipasi aktif masyarakat.
Selain menyampaikan sosialisasi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi dan situasi yang berkembang di Desa Dongko. Dengan komunikasi yang terjalin secara rutin, berbagai potensi gangguan maupun permasalahan di wilayah dapat diketahui lebih awal.
Babinsa sebagai aparat kewilayahan terus mengajak masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran. Pencegahan dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi Karhutla, mengingat api yang berasal dari aktivitas manusia dapat dengan cepat menyebar apabila kondisi lingkungan kering dan terdapat hembusan angin.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak meninggalkan api yang masih menyala setelah melakukan aktivitas tertentu. Sisa pembakaran harus dipastikan benar-benar padam sebelum lokasi ditinggalkan. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya kebakaran yang tidak terkendali.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan. Masyarakat mengikuti penyampaian materi dengan baik dan diberikan kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pencegahan Karhutla di wilayah Desa Dongko.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dengan menjaga lingkungan, menghindari pembakaran secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga wilayah agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Komunikasi serta koordinasi yang terus terjalin diharapkan dapat menciptakan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutla.
Kegiatan Komsos di Desa Dongko tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial Koramil 1305-10/Damsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Dengan adanya sosialisasi secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kesadaran dan kewaspadaan setiap warga menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Tolitoli.
Babinsa Koramil 1305-10/Damsel Bersama Bhabinkamtibmas dan BPD Sosialisasikan Dampak Karhutla









