Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya bersama Ketua DPRD kabupaten Tolitoli Hj. Sriyanti Dg. Parebba didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh. Asrul Bantilan, S.Sos menerima kunjungan Menteri pelindungan pekerja migran Indonesia/BP2MI, bertempat kediaman aula gotong royong Bupati Tolitoli di desa Soni kecamatan dampal selatan, Senin, (30/12/2025).
Kunjungan menteri pelindungan pekerja migran Indonesia/BP2MI H. Abdul Kadir Karding, S. PI.,M.Si di kabupaten Tolitoli tersebut turut mendampingi Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa M. Fachri, Plt. Pelindungan I Ketut Suardana, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bapak Riswan, Kepala Biro Keuangan bapak Ramadhan, Kepala Biro Humas bapak Hengky Pramono serta ayahanda bapak menteri bapak Hi. Karding.
Bupati Tolitoli Hi.Amran Hi. Yahya dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada menteri beserta rombongan, kehadiran bapak menteri adalah momen berharga untuk menggali inspirasi serta menjadi harapan titik awal dari berbagai inisiatif baru.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai wahana untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah semoga kegiatan hari ini berjalan lancar dan menghasilkan langkah -langkah strategis khususnya para pekerja migran asal kabupaten Tolitoli,” Tutur Bupati
Sementara itu menteri BP2MI H. . Abdul Kadir Karding dalam arahannya menyampaikan bahwa kementerian BP2MI ini adalah kementerian baru di zaman bapak presiden Prabowo karena bapak presiden Prabowo adalah orang yang sangat konsen terhadap pekerja migran di Indonesia dan kepercayaan pertama yang diberikan oleh presiden kepada saya sebagai menterinya.
“Pekerja migran harus prosedural jangan an prosedural atau sendiri – sendiri agar pekerja migran mendapatkan perlindungan dari negara agar pekerja -pekerja kita itu tidak diperlakukan tidak adil seperti dipaksa bekerja, tidak dibayar sepenuhnya bahkan ada yang diperdagangkan,” katanya.
H. Abdul Kadir Karding menambahkan, Kenapa orang banyak masalah di dalam negeri itu karena tidak punya skill, kemampuan kerja serta keterampilan kerja betul – betul hanya modal nekad, jadi kita ingin melibatkan pemerintah provinsi , kabupaten, kecamatan dan desa berkolaborasi untuk mencari pekerja migran, setiap tahun kita kirim 10 orang saja setiap desa berapa anak -anak yang kita tuntaskan agar tidak menganggur atau terancam pengangguran.
“Karena pekerja migran di luar negeri dapat menumbuhkan ekonomi di daerah karena 68%, dan uangnya pasti dikirim kepada keluarga yang berada di kampung dan dapat mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan,” Ungkapnya.
Diakhir kunjungannya, Bupati Tolitoli dan ketua DPRD kabupaten Tolitoli memberikan cendramata hasil dari UMKM masyarakat kabupaten Tolitoli
kepada menteri pelindungan pekerja migran Indonesia/BP2MI dan dilanjutkan pemberian cinderamata dari para unsur forkopimda kabupaten Tolitoli kepada bapak menteri.
Turut hadir para unsur Forkopimda kabupaten Tolitoli beserta para istri, Asisten dan Staf ahli bupati, para pimpinan perangkat daerah, para kepala bagian,para camat dan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.***









