Tolitoli — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan jajaran Kodim 1305/BT melalui para Babinsa di wilayah binaan. Langkah preventif tersebut dilakukan dengan mengintensifkan komunikasi sosial (Komsos) serta memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering. Jum’at, 28/8/26.
Seperti yang dilaksanakan anggota Koramil 1305-02/Tolitoli Utara, Babinsa Praka Sanusi, pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Desa Diule, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli.
Dalam kegiatan Komsos tersebut, Praka Sanusi berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan agar warga tidak melakukan pembakaran rumput maupun sisa-sisa tanaman ketika membuka, membersihkan atau mengolah lahan perkebunan.
Imbauan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas. Rumput, semak belukar dan vegetasi yang mengering pada musim panas memiliki potensi mudah terbakar, terlebih apabila pembakaran dilakukan tanpa pengawasan yang memadai.
Praka Sanusi mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pembakaran rumput sebagai cara yang sederhana untuk membersihkan kebun. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar apabila terkena tiupan angin dan kondisi lahan dalam keadaan kering.
“Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan kebun. Kondisi rumput dan semak yang kering sangat mudah terbakar, sehingga api dapat merambat ke lahan lainnya dan sulit dikendalikan,” ujar Praka Sanusi.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengajak warga untuk lebih mengutamakan cara-cara yang aman dalam membersihkan lahan, seperti menebas rumput dan semak secara manual atau menggunakan metode lain yang tidak menimbulkan api.
Menurutnya, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kewaspadaan warga menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan perkebunan dan area terbuka dengan vegetasi yang mudah terbakar.
Kegiatan Komsos tersebut juga menjadi sarana bagi Babinsa untuk mengetahui kondisi masyarakat dan perkembangan situasi wilayah. Melalui komunikasi yang dilakukan secara langsung, Babinsa dapat menyampaikan pesan-pesan kewaspadaan sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Praka Sanusi menekankan bahwa pencegahan lebih baik dilakukan sejak awal sebelum munculnya kejadian kebakaran. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat desa, Babinsa maupun pihak terkait apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan di sekitar wilayah mereka.
Selain mencegah kebakaran, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga lingkungan sekitar kebun dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Bara kecil dari puntung rokok dapat menjadi salah satu sumber pemicu kebakaran apabila jatuh di atas rumput atau daun kering.
Kegiatan Komsos yang dilakukan Babinsa tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga memahami bahwa kondisi lahan yang kering membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi agar aktivitas pembersihan kebun tidak justru menimbulkan risiko kebakaran.
Kehadiran Babinsa secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan Pembinaan Teritorial (Binter) dalam membangun kesadaran warga terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan keselamatan lingkungan.
Melalui komunikasi yang intensif, diharapkan masyarakat Desa Diule dapat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran. Kesadaran tersebut sangat diperlukan untuk mengurangi potensi terjadinya Karhutla yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat, merusak lahan perkebunan, mengganggu aktivitas warga serta berdampak terhadap kualitas udara.
Koramil 1305-02/Tolitoli Utara akan terus mengoptimalkan kegiatan Komsos dan pemantauan wilayah sebagai langkah pencegahan Karhutla. Para Babinsa akan terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama selama kondisi cuaca panas dan kering.
Langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif. Dengan keterlibatan masyarakat, aparat kewilayahan dan unsur terkait, potensi kebakaran dapat ditekan sedini mungkin.
Kegiatan Komsos Praka Sanusi di Desa Diule menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Melalui pesan sederhana untuk tidak membakar rumput saat membersihkan kebun, Babinsa mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan dari api merupakan tanggung jawab seluruh warga.
Dengan semangat kebersamaan dan kewaspadaan sejak dini, diharapkan wilayah Kecamatan Tolitoli Utara tetap aman dari ancaman Karhutla serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas pertanian dan perkebunan dengan lebih aman dan nyaman.
CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, BABINSA PRAKA SANUSI AJAK WARGA DESA DIULE HINDARI PEMBAKARAN









