Dinkes Tolitoli Lakukan Pemantauan Jentik Nyamuk di Rumah – rumah Warga

Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Dalam upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli melakukan kegiatan pemantauan jentik nyamuk di beberapa kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Baolan.

Pada kesempatan tersebut, kepala dinas Kesehatan Tolitoli Anjasmara S.P terlihat ikut terjun langsung dan memantau ke rumah warga untuk melihat ada tidaknya jentik nyamuk, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya demam berdarah.

“Ada beberapa rumah yang menjadi target dalam pementasan kali ini, pementasan yang dilakukan ini bukan hanya sekedar dilakukan tanpa ada alasan, melainkan karena adanya laporan yang diterima dinas kesehatan,” ungkap Anjasmara, Jumat (03/03/2023) pagi.

Bacaan Lainnya



Lebih jauh Anjasmara menjelaskan, dalam pementasan yang dilakukan, kita juga membawa serbuk Abate untuk di tabur di tempat penampungan air yang tidak bisa dikuras atau di buang.

“Serbuk Abate ini di gunakan di tempat penampungan air yang sudah tidak di gunakan, atau di kolam ikan yang sudah tidak di gunakan atau yang tidak ada ikannya, yang mana tempat penampungan air positif jentik. Tempat penampungan air sangat berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk antara lain bak mandi, tempayan, gentong air, dan tempat penampungan air lainnya,” ungkapnya.


Dihadapan Tim yang di bentuk, kepala dinas Tolitoli Anjasmara juga memberikan himbauan kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, serta selalu melakukan pemantauan secara rutin tempat tempat yang dapat menimbulkan jentik.

“Dengan selalu menguras bak penampungan air dapat mengurangi perkembang biakan jentik, dan memberikan serbuk Abate di bak penampungan yang tidak bisa dibersihkan dapat mengurangi populasi nyamuk DBD. Jadi Hal ini lebih efektif untuk memutus mata rantai pengembangbiakan nyamuk,” Bebernya.

“Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dan selalu lakukan 3M yaitu Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan menghindari gigitan nyamuk dengan cara memakai obat nyamuk atau menggunakan kelambu ketika tidur agar supaya kita semua bisa terhindar dari penyakit yang di sebabkan oleh nyamuk (DBD dan Malaria),” tambahnya.

Diakhir konfirmasi, kepala dinas kesehatan yang akrab di panggil Anjas ini membeberkan Upaya pencegahan penyakit DBD melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui monitoring dan edukasi seperti ini dinilai sangat efektif dalam pengendalian DBD.


“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran masyarakat sekaligus memberdayakan masyarakat sehingga masyarakat mau dan mampu melakukan hidup sehat dan bersih sebagai upaya pencegahan penyakit DBD,” Pungkasnya.

Sementara itu, salah satu Kepala Bidang Dinkes Tolitoli, Mohammad Imran, SKM, dilokasi kegiatan menyampaikan dengan curah hujan yang cukup tinggi beberapa minggu terakhir dikhawatirkan akan meningkatnya perkembangbiakan vektor “nyamuk” penyebab penyakit DBD dan malaria.

Guna menekan angka pertumbuhan nyamuk tersebut, hari ini Dinas Kesehatan Tolitoli lakukan Inspeksi/pemantauan ke beberapa rumah warga yang ada wilayah kecamatan Baolan.

Lanjut ia mengatakan pemantauan terhadap jentik dan sarang nyamuk ini sangat penting dilakukan, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit DBD dan Malaria.

“Untuk mencegah terjadinya kasus DBD dan malaria perlu kita lakukan pemantauan secara langsung ke rumah-rumah warga dan saat ini kita lakukan di wilayah kecamatan Baolan yang tersebar hampir di semua kelurahan,” Ujar Mohammad Imran, SKM.

Selain melakukan pemantauan terhadap sarang nyamuk, petugas juga lakukan pendataan, serta memberikan edukasi kepada pemilik rumah tentang bagaimana cara melakukan pencegahan serta pemberantasan sarang nyamuk dengan benar.

“Hari ini (Jumat, 03/03/2023) kita lakukan pemantauan beberapa rumah. Selain itu nantinya kita juga akan berkordinasi dengan Pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan agar terus melakukan pemantauan secara berkala dengan di dampingi langsung oleh beberapa petugas dari puskesmas setempat,” pungkasnya. ***

Pos terkait

banner 468x60