Tolitoli, Sulteng Kabartoday.id – Kurang lebih dua minggu menjelang Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah 2024 Masehi, Bulog memberikan jaminan Stok cadangan beras pemerintah saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran selama dua bulan kedepan.
Hal tersebut disampaikan langsung Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto di Gudang BULOG Kalangkangan usai melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan Pangan beras kepada 1000 Kepala Keluarga penerima manfaat yang di serahkan langsung oleh Bapak Presiden.
“Stok cadangan beras pemerintah yang dikuasai Bulog saat ini ada 1,2 juta ton khusus untuk Sulteng stoknya ada 4.500 Ton ini stoknya terus berjalan dan untuk kebutuhan di Sulteng sendiri per bulannya 2.400 Ton jadi stoknya yang ada didalam Gudang 4.500 untuk dua bulan cukup,” Imbuhnya.
Ia menambahkan saat ini terus berdatangan kapal yang kita kirimkan melalui Jawa Timur atau pun yang kita datangkan langsung dari luar Negeri sandar di pelabuhan pantolan palu.
“Jadi hingga dua bulan kedepan jumlah stok sangat cukup untuk kebutuhan penyaluran kebutuhan selama puasa dan Lebaran,” ujar Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto di Gudang BULOG Rabu, (27/03/2024) didampingi Pimpinan Cabang Perum BULOG Tolitoli A. B. Mukti Wibowo.
Menurut Mokhamad Suyamto, stok beras yang saat ini ada di gudang Bulog dapat memenuhi kebutuhan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dijual di pasar induk, pasar tradisional dan ritel modern.
“Sedangkan untuk stok beras Bulog CPP saat ini bisa dapat memenuhi penyaluran bantuan pangan beras yang menyasar 22 juta keluarga penerima manfaat tiap bulannya Bulog menyalurkan sebanyak 220 ribu Ton,” ungkapnya.
Saat ini kata Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Bulog seluruh Indonesia sedang melaksanakan penyaluran bantuan pangan 10 kg ke 22 juta keluarga penerima manfaat, yang telah berjalan dari Januari sampai maret dan kami akan selesaikan penyaluran ini diakhir maret, dan selanjutnya Bulog akan menyalurkan kembali untuk tiga bulan kedepan dari April, Mei dan Juni,” ucap Suyamto.
Disinggung terkait kenaikan harga beras di tingkat pengecer, Mokhamad Suyamto menegaskan bahwa Bulog akan terus melakukan manuver positif dengan menyikapi harga beras yang masih fluktuatif dengan cara menjalankan semua penugasan dari pemerintah secara all out.
“Bulog juga melakukan intervensi melalui Gerakan Operasi Pasar (GOP) yang bertemakan “BULOG Siaga” dengan cara menjual secara langsung ke penduduk atau tempat keramaian. Beras SPHP yang dijual dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 54.500 per 5 kg,” jelasnya.
Lebih jauh ia menegaskan, untuk saat ini memang diperlukan waktu agar tercapainya keseimbangan harga baik di tingkat produsen dan konsumen. Semua ini telah diperhitungkan dengan baik oleh pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap harga dan ketersediaan pangan khususnya beras ini.
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, insyallah harga beras akan turun, karena saat ini di beberapa tempat sudah mulai masuk masa panen, dan tadi juga kami lewat mulai dari bandara hingga gudang BULOG, saya melihat padi padi yang ada saat ini telah menguning dan dengan waktu yang tidak terlalu lama wilayah kabupaten Tolitoli khususnya di Kecamatan Galang akan memasuki masa panen,” imbuhnya.
“Jadi kami harapkan masyarakat tidak perlu khawatir terkait harga beras yang saat ini telah mencapai 17.000 per liter dengan tibanya masa panen jelas harga beras akan mulai turun,” pungkasnya. ***









