Beras Harus Sesuai Standar, “Menir maksimal 2%, Broken maksimal 25%”
Tolitoli, Sulteng | Kabartiday.id – Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Tolitoli, Menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tolitoli, Senin (20/04/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh wakil Ketua 1 DPRD Tolitoli Risman SE, dan sejumlah anggota DPRD Tolitoli di hadiri langsung oleh Pinca Perum BULOG Tolitoli Zahnas Abdeli, Sejumlah OPD terkait.
RDP bersama Perum Bulog membahas terkait penyerapan beras petani dan dan anjloknya harga beras di pasaran.
Pada kesempatan yang sama,.Pimpinan Cabang (Pinca) Perum BULOG Tolitoli Zahnas Abdeli di gedung wakil rakyat membantah pernyataan (isu) yang mana BULOG Tolitoli belum siap membeli beras petani lokal saat musim panen.
“Isu yang beredar di luar itu idak benar, Kami pihak BULOG selalu siap membeli/menyerap beras milik petani, sesuai mandat yang diberikan oleh Pemerintah untuk melaksanakan penugasan pengadaan beras pada Semester I dan II Tahun 2026,” Ungkap Zahnas Abdeli.
Lanjut Zahnas menegaskan, Hingga saat ini Bulog Tolitoli masih terus menyerap produksi beras petani lokal, selama itu semua memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami dari pihak Bulog tidak pernah menolak untuk membeli beras petani lokal. Pembelian tetap kami lakukan, tetapi harus sesuai standar kualitas yang telah di tetapkan pemerintah.” ujar Zahnas.
“Beras yang diserap oleh Perum BULOG adalah beras yang telah sesuai dengan standar yang telah di tetapkan, mulai dari Menir maksimal 2%, Broken maksimal 25%,. Hal ini dilakukan agar kualitas tetap terjaga dan petani memperoleh kepastian pasar,” Tambahnya.
Ia menambahkan, pembelian beras milik petani lokal merupakan mandat yang diberikan oleh Pemerintah kepada Badan Urusan Logistik (BULOG). Kami akan menjalankan penugasan ini secara optimal sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah sekaligus perlindungan nyata bagi petani Indonesia. Termaksud kabupaten Tolitoli.
“Komitmen BULOG dari tahun 2025 hingga tahun 2026 ini akan terus mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui mandat yang diberikan oleh Pemerintah,” Imbuhnya.
Selanjutnya, Zahnas Abdeli juga membantah kabar yang menyebut Bulog Tolitoli lebih memilih membeli beras dari luar daerah karena kualitas beras lebih baik sehingga membuat harga beras menjadi anjlok.
“Beras yang didatangkan tujuannya adalah sebagai program nasional untuk pemerataan stok sebagai cadangan pangan pemerintah, karena Gudang Perum BULOG yang ada di wilayah Kabupaten Tolitoli kapasitasnya sebesar 8.500 ton. Jadi kami tidak pernah membatasi pembelian beras petani, hingga saat ini perum BULOG masih terus menyerap beras petani Lokal,” Bebernya.
“Jadi beras yang di datangkan dari luar daerah dalam pemberitaan di berapa media menurut Zahnas, bukanlah pembelian, melainkan bagian dari mekanisme proses pemindahan stock nasional atau dikenal sebagai “move stock”
“Beras itu bukan dibeli, tetapi perpindahan stok nasional yang dimana jika ada gudang yang surplus di kirim ke gudang yang defisit. Jadi, Bulog Tolitoli tidak membeli beras dari Sulawesi Selatan tetapi hanya menerima beras dari gudang surplus Bulog di makassar, seperti yang saya sampaikan di atas,” katanya.
Diakhir, Zahnas menyampaikan Bulog Tolitoli tetap membuka peluang seluas-luasnya untuk menyerap hasil panen petani lokal dengan target penyerapan yang ditentukan, sesuai dengan mandat penugasan yang di berikan.
“Mandat yang di berikan kepada Bulog Tolitoli Sepanjang tahun 2026, Bulog Tolitoli sebesar 764,15 ton. Jadi sampai hari ini beras lokal yang telah kita serap sudah mencapai 311.8 ton beras dari petani yang ada di wilayah Kecamatan Dampal Selatan dan Kecamatan Galang, dan penyerapan ini akan terus bertambah setiap harinya,” Ujarnya.
“Kami perum BULOG Tolitoli hingga saat ini tetap mengutamakan penyerapan beras dari petani lokal. Saya juga menghimbau kepada petani Lokal Jika nanti ada petani yang memiliki stock beras yang melimpah bisa langsung mendatangi Kantor BULOG dan kamu akan langsung mendatangi tempat penyimpanan beras milik petani untuk di periksa apakah beras petani sesuai dengan standar teknis yang telah di tetapkan pemerintah atau tidak..karena kami membeli beras sesuai mekanisme yang telah di tetapkan,” Tutupnya. ***
Hadiri Undangan RDP, Zahnas Abdeli : Bulog Tolitoli Selalu Siap Beli Beras Petani Lokal









