Klarifikasi GUBERNUR SULTENG Terkait Vidio Viral Dengan Masa MHI di Tolitoli

Anwar Hafid : Kami Sudah Saling Memaafkan 

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait potongan video viral yang memperlihatkan ketegangan antara dirinya dengan massa aksi HMI Cabang Tolitoli saat unjuk rasa menolak Pertambangan Emas Ilegal (PETI), Kamis (4/6-2026).

Desakan permohonan maaf terbuka sebelumnya dialamatkan kepada Gubernur Anwar Hafid dan Bupati Tolitoli, Amran Yahya, saat demonstrasi berlangsung di Penutupan HUT PP, Linmas dan Damkar yang berakhir ricuh

Gelombang protes dipicu terkait adanya potongan video berdurasi 1 menit 29 detik, di mana pada detik ke-17 hingga 22 terdengar ucapan seorang pejabat, “jabat tangan dulu de, kalau tidak kita pulang”.

Terkait dengan itu semua, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp, Gubernur Anwar Hafid menjawab media ini Sabtu (6/6-2026) menegaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah selesai dilapangan sebelum dirinya balik kembali kepalu.

Ia menjelaskan, “Sejumlah pimpinan demonstrasi saat itu telah menemuinya di rumah Jabatan Wakil Bupati Tolitoli untuk meminta maaf sebelum saya bertolak ke Palu meninggalkan Tolitoli dan saya pun juga menyampaikan permintaan maaf. Selesai. Apalagi yang mau dimasalahkan?” ujar Anwar Hafid.

Ia menjelaskan kronologi yang terekam dalam video yang beredar, membantah tudingan bahwa dirinya melakukan pemaksaan. Menurutnya, “Tindakan yang saya lakukan adalah bentuk iktikad baik dari saya yang justru ditolak oleh massa aksi,” Bebernya.

“Saya sebagai seorang Gubernur mendatangi pendemo atas permintaan dari adik-adik mahasiswa, setibanya di lokasi aksi, saya mengulurkan tangan dua kali untuk berjabat tangan dengan Anak anakmu, tetapi anak yang mengunakan baju HMI tidak mau menerima jabat tangan saya. Jadi saya bilang, kalau begitu saya pulang, tidak usah juga dengar tuntutanmu,” jelasnya.

Diakhir, Anwar Hafid meminta kepada publik untuk melihat rekaman video secara utuh agar tidak terjadi salah paham. Anwar menekankan bahwa niatnya untuk menyalami mahasiswa murni karena ketulusan dari saya dan bukan paksaan.

“Tidak ada saya paksakan. Saya mengulurkan tangan tulus ikhlas, bisa dilihat di rekaman. Karena (uluran tangan) tidak diterima, saya bilang kalau begitu saya juga tidak mau mendengar tuntutanmu, karena menurut saya tidak ada attitude alias etika sama sekali,” tegas Anwar menutup klarifikasinya.***

Pos terkait

banner 468x60