TOLITOLI – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Kodim 1305/BT menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman Makodim 1305/BT, Jalan Magamu, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Rabu, 28/10/26.
Pelaksanaan upacara ini menjadi momentum penting untuk mengenang kembali sejarah perjuangan para pemuda Indonesia yang telah mengikrarkan persatuan dan kesatuan bangsa pada 28 Oktober 1928. Semangat Sumpah Pemuda yang diwariskan oleh generasi pendahulu diharapkan terus tertanam dalam jiwa setiap prajurit TNI, sekaligus menjadi inspirasi untuk memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, serta komitmen prajurit dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Pasi Intel Kodim 1305/BT, Kapten Inf Eko Wahyudi. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Pasi Pers Kodim 1305/BT, Letda Kav Jaya.
Adapun petugas pengibar Bendera Merah Putih terdiri dari Sertu Oktarianto Tiranda, Praka Fikram, dan Pratu Taufik. Sedangkan pembacaan naskah teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 dilaksanakan oleh Sertu Cybro.
Rangkaian upacara diawali dengan persiapan pasukan, dilanjutkan dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, serta pembacaan naskah yang mengingatkan kembali seluruh peserta pada tonggak sejarah persatuan pemuda Indonesia.
Pembacaan naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan upacara. Melalui momentum tersebut, nilai-nilai persatuan, kebangsaan, dan semangat rela berkorban kembali diteguhkan sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan kesempatan untuk merefleksikan kembali peran strategis generasi muda dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Sejak diikrarkan pada 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda telah menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Para pemuda dari berbagai daerah pada masa itu menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk mewujudkan cita-cita bersama sebagai bangsa Indonesia.
Semangat tersebut tetap relevan hingga saat ini. Di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, generasi muda dituntut untuk memiliki karakter yang kuat, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Nilai-nilai perjuangan pemuda juga menjadi pengingat bahwa cinta Tanah Air tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan, tanggung jawab, dan pengabdian yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Semangat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 juga mengandung pesan mendalam mengenai pentingnya membangun karakter generasi bangsa yang patriotik, gigih, dan berempati.
Patriotik berarti mencintai Indonesia tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui pengabdian dan tindakan nyata. Kecintaan terhadap Tanah Air harus tercermin dalam sikap menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, serta berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.
Gigih berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa. Keteguhan hati, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah merupakan modal penting dalam menghadapi tantangan dan meraih cita-cita.
Sementara itu, berempati berarti tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesulitan yang dialami orang lain. Sikap empati mendorong setiap individu untuk peka terhadap kondisi masyarakat, menjaga solidaritas, dan tidak berpaling ketika sesama membutuhkan perhatian maupun pertolongan.
Ketiga karakter tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi penerus yang tidak hanya unggul secara kemampuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Oleh karena itu, semangat cinta Tanah Air harus berjalan beriringan dengan sikap saling menghargai, semangat gotong royong, dan kesediaan untuk memberikan kontribusi bagi kepentingan bersama.
KOBARKAN SEMANGAT PERSATUAN, KODIM 1305/BT GELAR UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-98 TAHUN 2026









