Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Dalam rangka meningkatkan program pemerintah menghadapi ancaman krisis komoditas pangan yang mengakibatkan kenaikan-kenaikan BBM, dan harga pangan, Komandan Lanal Tolitoli Danlanal, Letkol Laut (P) Suharto, S.E., M.Tr.Opsla melaksanakan panen Sorgum dan Jagung dilahan binaan milik ketahanan Pangan Lanal Tolitoli, Rabu (28/12/2022).
panen Sorgum dan Jagung turut dihadir Danlanal, Letkol Laut (P) Suharto, S.E., M.Tr.Opsla,, Ibu Ketua Jalasenastri Cabang 6 Korcab VIII DJA II, Ny Diah Rosaria Suharto, Dandim 1305/BT, Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie, S.Sos, Kapolres Tolitoli, AKBP Ridwan Raja Dewa, SIK, Mewakili Kadis Tanaman Pangan Tolitoli, Nasruddin, Kadis Ketahanan Pangan Tolitoli, Ibu Ir. Safriati, Kadis Perindustrian Tolitoli, Ir. Zakaria Mahmud, kasubag Program Dinas Koperasi dan UMKM Tolitoli, Ibu Mulkia Amal Basri, S.T, Dosen Fakultas Fisip Universitas Madako Tolitoli, Masrin, Direktur BSTM Tolitoli, Widiyatmoko, Babinsa Desa Dadakitan, Kopda Remon, Para Perwira Lanal Tolitoli dan pajurit Lanal Tolitoli, Komunitas Lestari Magau berjumlah 4 orang dan RRI.
Danlanal, Letkol Laut (P) Suharto, S.E., M.Tr.Opsla. dihadapan awak media mengatakan sorgum merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri.
“Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi dan kedelai. Selain itu Sorgum dikenal memiliki manfaat yang lebih baik daripada tepung terigu karena bebas gluten memiliki angka indeks glikemik yang rendah,” Ungkapnya.
Lanjut Danlanal, Dari dua jenis tanaman yang ditanam di lahan binaan Lanal Tolitoli, saat ini telah memasuki usia panen, adalah tanaman sorgum dan jagung. hasil panen Sorgum kali ini merupakan panen yang pertama kalinya yang terbilang cukup memuaskan karena sorgum yang ditanam tumbuh subur sampai memasuki masa panen.
Letkol Laut (P) Suharto, S.E., M.Tr.Opsla berharap hasil panen tersebut sedikit banyak dapat bermanfaat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, serta mengajak kepada seluruh masyakarat agar dapat memahami serta mempraktekkan dirumah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong, baik di halaman rumah guna memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Keberhasilan program ketahanan pangan dengan tanaman palawija jenis sorgum mulai dari proses pembibitan, penanaman, hingga pelaksanaan panen, semuanya tidak terlepas dari peran Prajurit TNI AL, masyakarat dan pemerintah daerah sehingga dapat menghasilkan kualitas yang bermutu tinggi,” ungkapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan Masyarakat Desa Dadakitan pada umumnya masih mengganggap bahwa tanaman Sorgum ini belum memiliki pasar yang jelas dan pasti, sehingga keinginan masyarakat untuk menanam serta mengembangkan tanaman Sorgum ini masih rendah.
“Diwilayah Kabupaten Tolitoli baru TNI AL Lanal Tolitoli yang berinisiatif untuk melakukan penanaman sorgum, karena penanaman sorgum ini merupakan program TNI AL dalam gerakan nasional penanaman Sorgum,” Bebernya.

Diakhir wawancara Danlanal, Letkol Laut (P) Suharto, S.E., M.Tr.Opsla menjelaskan Tanaman Sorgum dan Jagung yang dipanen ini memiliki luasan lahan kurang lebih 1 hektar dengan masa panen selama 105 hari.
“Kegiatan panen Sorgum dan jagung kali ini kami lakukan menunggu arahan dari pusat untuk panen serentak. Panen komoditi jagung kali ini diperkirakan mencapai 500kg sedangkan Untuk hasil panen Sorgum sendiri mencapai 150 kg,” tegasnya.
Perlu diketahui, saat panen serentak ini. Beberapa sorgum juga dibawa oleh Kepala Dinas terkait untuk dijadikan sempel dan bibit yang kemudian akan disosialisasikan kemasyarakatan di Kabupaten Tolitoli, dan sebagian lagi langsung di beli oleh Komunitas ketahanan pangan Kabupaten Tolitoli. ***









