Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat publik atau debat terbuka pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Tolitoli sebanyak 3 kali.
Ketua KPU Tolitoli Junaidi yang dikonfirmasi menjelaskan, Pelaksanaan debat Pilkada Tolitoli dikuti oleh 4 pasangan calon bupati dan wakil bupati Tolitoli Tahun 2024 dan merupakan salah satu tahapan kampanye yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2024.
“Tujuan dari pelaksanaan debat terbuka ini adalah untuk menyebarluaskan visi dan misi, serta program kerja pasangan calon yang diperkenalkan kepada masyarakat dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihannya 5 tahun kedepan,” Kata Junaidi, senin (14/10/2024) Siang.
KPU Tolitoli lanjut Junaidi akan memfasilitasi penyelenggaraan debat publik antar paslon ini sebanyak 3 kali, yang akan digelar mulai pada tanggal 17 Oktober, 24 Oktober dan terakhir 15 November.
Sedangkan untuk tempat penyelenggaraan debat publik sendiri akan digelar di Kabupaten Tolitoli, hal ini dilakukan agar setiap debat yang diselenggarakan bisa di lihat dan dengar secara langsung oleh masyarakat Tolitoli sendiri.
“Tiga kali Dedat ini sengaja dilaksanakan di kabupaten Tolitoli, ini bertujuan agar program visi misi dari empat pasangan Calon kesemuanya demi kemajuan Pembagunan Tolitoli,” Pungkasnya.
Sementara itu Komisioner Divisi Parmas Warman Maulana mengatakan Selama debat pihaknya akan melibatkan para panelis dalam untuk merumuskan sub tema yang akan menjadi menjadi bahan dalam menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada Paslon di debat pertama cabup-cawabup.
“Alhamdulillah semalam kita baru menyelesaikan rapat koordinasi pertama bersama tim pakar untuk merumuskan model, metode, serta tema debat yang akan di gelar pada Tanggal 17 Oktober, dan setelah ini semua kami akan lakukan kunjungan ke stasiun televisi untuk melakukan survei lokasi, dan survei fasilitas,” ungkap Warman.
Untuk rapat panelis sendiri dan kemanan selama debat kata dia, sudah di lakukan sekarang tim sedang merumuskan tema dan isi-isu strategis yang di rumuskan tim pakar kemudian diturunkan menjadi tema dan selanjutnya menjadi sub tema kira-kira pertanyaan seperti apa yang diajukan pada kandidat.
“Untuk tim pakar kami juga melibatkan akademisi dari kota palu dan Bogor dalam debat pilkad abuparinsan wakil bupati,” Ujarnya.
Ada Empat (4).Tim pakar yang kami libatkan, diantaranya Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si., Dr Sofyan Sjaf., Prof. Muh. Yunus Kasim., Dr. Sofyan Farid Lemba.
“Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si., merupakan Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan LPPM – IPB University yang juga Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dr Sofyan Sjaf, Dosen di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB,.Prof. Muh. Yunus Kasim seorang peneliti bidang ekonomi manajemen Anggaran, dan yang terakhir Dr. Sofyan Farid Lemba mantan kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tengah,” pungkas Warman. ***









