Tolitoli, Sulteng| | Kabartoday.id – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-128 Bank Rakyat Indonesia (BRI), BRI Cabang Tolitoli menggelar upacara bendera dengan mengangkat tema “Kuat dan Hebat” pada Sabtu (16/12/2023) pagi di halaman kantor BRI Cabang Tolitoli.
Pemimpin Cabang BRI Tolitoli Budi Mulia bertindak selaku inspektur upacara. Peserta upacara dari seluruh jajaran pegawai serta seluruh kepala cabang pembantu dan kepala unit BRI se-Kabupaten Tolitoli, dan para Pensiunan pegawai BRI.
Amanat HUT BRI ke 128 oleh Direktur Utama BRI Sunarso yang dibacakan kepala cabang Bank BRI Budi mulia menyampaikan dihari ulang tahun Ke 128 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan peranan yang kuat dalam mendorong perekonomian bangsa. BRI terus berkomitmen dalam melakukan transformasi yang terbukti dari kinerja cemerlang dengan mencapai target yang telah ditetapkan.
Sebab transformasi membuahkan hasil kinerja impresif baik dari sisi Profibilitas maupun Balance Sheet. Hal tersebut membuat perseroan semakin optimis menyongsong akhir tahun 2023 dengan capaian kinerja cemerlang.
Budi Mulia mengungkapkan bahwa optimisme BRI tak terlepas dari keberhasilan BRI Group yang telah mencatatkan kinerja positif hingga saat ini. Pencapaian asset BRI secara konsolidasian yang terus tumbuh, Pertumbuhan aset tersebut juga diiringi dengan mencatat sehingga perolehan laba bersih dalam sejarah BRI.
“Keberhasilan kinerja tersebut merupakan hasil perjuangan dalam menjawab tantangan atas strategic risk yang berpengaruh secara jangka panjang., bebernya.
Budi mulia mengatakan Transformasi itu sulit dan berisiko. Oleh karena itu, harus sukses dan bisa didapatkan dengan memenuhi empat hal yang diantaranya :
Pertama kejelasan objek transformasi dan fokus.
Kedua, pemimpin yang kompeten dan konsisten yang harus menggerakkan transformasi.
Ketiga, program gerakan transformasi itu di-buy-in atau diikuti oleh seluruh anggota tim.
Dan keempat transformasi yang menjadi mekanisme sistem.
“Oleh karena itu transformasi harus dibuat blueprint-nya supaya menjadi mekanisme system,” kata Budi Mulia Saat membacakan Amanat Direktur Utama BRI Sunarso.
Selanjutnya dalam memenuhi empat kriteria tersebut. Budi Muli mencontohkan, kejelasan dan fokus objek transformasi di BRI juga meliputi dua hal utama, yaitu digital dan culture. BRI fokus pada keduanya dan diterapkan menjadi sebuah sistem.
Kemudian untuk transformasi digital, perseroan mengarahkan pada dua hal, yaitu digitalisasi proses dan menciptakan value baru. Sementara pada culture, transformasi diarahkan pada performance-driven culture.
Dengan demikian, kata Budi Mulia, semua Insan BRILian (pekerja BRI) mampu merancang dan merencanakan suksesnya sendiri. Perusahaan menyediakan tempat berkompetisi yang sehat dan lapangan tempat berkompetisi yang sehat.
“Itulah yang disebut sebagai sistem. Dan itu yang harus disediakan oleh perusahaan. Itulah performance driven culture yang kami rancang,” tuturnya.
Keberhasilan transformasi BRI menurut Pinca BRI Ini adalah tak hanya terlihat dari segi laba dan asset. Dari sisi fungsi intermediasi, perseroan berhasil melebihi pertumbuhan kredit yang ditargetkan. Realisasinya hingga akhir tahun 2023 penyaluran kredit BRI Group mampu tumbuh dengan baik yang mana kredit tercatat tumbuh positif.
“Khusus penyaluran kredit UMKM BRI juga tercatat tumbuh dengan baik, Dengan demikian porsi kredit UMKM BRI dibandingkan dengan total kredit BRI,” tambahnya.
Budi mulia menambahkan, Keberhasilan BRI dalam menyalurkan kredit tersebut juga diimbangi dengan manajemen risiko yang baik. Hal tersebut digambarkan dari kualitas kredit atau NPL (Non Performing Loan) BRI yang tercatat lebih baik apabila dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu. Di samping itu, sebagai bagian dari soft landing strategy, BRI juga tetap menyediakan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage yang besar.
“Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mencatatkan kenaikan, yang mana Penopang utama DPK BRI masih bersumber dari dana murah (CASA),” tegasnya.
Untuk itu kata Budi Mulia, Strategi BRI yang terus fokus dalam meningkatkan porsi dana murah dan digitalisasi pada operasional bisnisnya berdampak kepada semakin baiknya rasio efisiensi perseroan. Hal tersebut tercermin dari rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan CIR (Cost to Income Ratio) yang secara konsisten semakin membaik.
Lanjut, Kemampuan BRI untuk tumbuh dengan sustain juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Hal tersebut tercermin dari rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) jauh di atas ketentuan regulator.
“Sesuai dengan Tema Kalau ini “Kuat dan hebat”‘juga berarti bahwa seluruh Insan BRILian (pekerja BRI) senantiasa terus memberikan yang terbaik dengan mental tangguh untuk memberi kontribusi terbaik untuk Indonesia,” Tambahnya.
Budi Mulia menjelaskan, Angka 128 pada logo menggambarkan perjalanan panjang BRI selama 128 tahun. Bentuknya yang dinamis juga menggambarkan BRI yang mampu bergerak cepat dan selalu adaptif dengan berbagai kondisi.
“Angka 128 pada logo menggambarkan perjalanan panjang BRI selama 128 tahun. Bentuknya yang dinamis juga menggambarkan BRI yang mampu bergerak cepat dan selalu adaptif dengan berbagai kondisi,” imbuhnya.
Lanjut Budi Mulia, Memasuki usianya yang ke-128 tahun pada 16 Desember 2023, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan peranan yang kuat dalam mendorong perekonomian bangsa. “BRI terus berkomitmen dalam melakukan transformasi yang terbukti dari kinerja cemerlang dengan mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Usai melaksanakan Upacara dilanjutkan dengan Ziarah di makam pegawai BRI di kelurahan Tuweley dan Bakti sosial pembagian Sembako di Panti asuhan Sirojul Maru’f. ***









