Yahdi Protes Keras Pemukulan Presma Oleh Polisi

Palu, Sulteng | Kabartoday.id – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Tadulako (Untad), Moh Wiranto Basatu menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum polisi.

Pengeroyokan tersebut terjadi di Kompleks Bumi Roviga Jl Untad 1, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (1/1/2022).

Mendengar kejadian itu, Yahdi Basma selaku Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Fraksi Nasdem angkat bicara, kejadian yang menimpah Presiden Mahasiswa (Presma) sangat disayangkan, harusnya Anggota Kepolisian selaku penegak hukum hadir sebagai pengayom bukan justru sebaliknya, apalagi korbannya seorang mahasiswa yang memegang jabatan sebagai Presiden Mahasiswa Untad, ini bisa memantik gelombang konsolidasi dan protes Kampus-Kampus.

“Terkait dengan hal itu, DPRD akan segera lakukan koordinasi dengan pihak Kapolda Sulteng, guna membicarakan terkait pelanggaran etika yang telah masuk ke ranah kriminal”, ujar Koordinator Persatuan Aktivis (Pena) 98 Sulteng, Yahdi Basma SH.

Senada dengan itu Mahamuddin selaku Mantan Ketua Umum HMI Cabang Palu mengatakan, “ini peristiwa kedua yang saya tangani yang mana melibatkan Anggota Kepolisian, pertama soal kasus Asusila yang melibatkan Kapolsek Parigi, dan kedua kasus pemukulan (pengeroyokan dan penganiayaan terhadap mahasiswa Untad.

Bacaan Lainnya

“Semua orang tahu bahwa tindakan pemukulan itu kriminal, jika demikian kasus pemukulan yang dilakukan oleh 6 orang anggota kepolisian (Densus 88) kepada Wiranto wajib di proses secara hukum karena tidak ada satu orang pun di negara ini yang kebal hukum. Jika dalam beberapa hari kedepan kasus ini belum menemui titik terang, artinya integritas penegak hukum khusunya Polda Sulteng patut dipertanyakan keberadaannya”, tutup tokoh Pemuda Parigi Moutong, itu.

Sementara itu, Penasehat hukum Wiranto, Proyogo Alwi Yunus mengatakan, kejadian itu bermula saat kliennya sedang dalam perjalanan mengenderai mobil.

“Saat di depan Rumah Sakit (RS) Untad, Wiranto berpapasan dengan tiga pengendara motor berjumlah enam orang,” ungkap Proyogo Alwi Yunus

“Enam orang itu ugal-ugalan dengan berjalan zigzag di jalan. Mereka kemudian melontarkan ejekan melalui gerakan tubuh dan tertawa kepada Wiranto,” Tambah Prayogo, Minggu (2/1/2022).

Lanjut, Proyogo Alwi Yunus melihat hal tersebut, Wiranto (Korban) kemudian menanyakan maksud dari ejekan yang tujukan terhadapnya, sesaat kemudian Keenam orang tadi justru merespon dengan suara keras meminta Wiranto agar berhenti dan turun dari kendaraannya.

“Karna tidak menggubris wiranto tetap melanjutkan perjalanan ke rumah keluarganya di BTN Bumi Roviga akan tetapi keenam pelaku ternyata terus membuntuti hingga sampai di rumah keluarga korban. dan setiba di lokasi, disitulah terjadi cekcok antara Wiranto dengan keenamnya, Kemudian terjadi pengeroyokan dari enam orang tadi kepada Wiranto,” terang Prayogo.

Atas kejadian itu, menurut Prayogo baju Wiranto sobek dan mengalami lebam nyaris di seluruh bagian tubuhnya, baik kepala, dada, tangan dan kaki.

“di hari yang sama kami langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng),” Kata Prayogo

Usai melapor, Oleh Propam Polda Sulteng, mahasiswa Fakultas Teknik Untad itu dipertemukan dengan keenam pelaku. Dari pertemuan itulah Wiranto mengetahui bahwa para pelaku merupakan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Sulteng belum memberikan keterangan resmi atas peristiwa tersebut.

Rilis Yahdi Basma

Pos terkait

banner 468x60