Antisipasi Kenaikan Harga BBM di Wilayah Tolitoli, Dandim 1305/BT Hadiri Rapat Koordinasi

Kodim1305/BT, Sulteng | Kabartoday.id – Komandan Kodim 1304/BT Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie. S.Sos hadiri acara rapat koordinasi dalam rangka antisipasi kenaikan harga BBM di wilayah kabupaten Tolitoli yang di gelar di Aula Suwot Pollingpungan Kantor Bupati Jalan Sumalikat, Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, Senin (05/09/22).

Dalam rapat kali ini Dandim 1305/BT Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie.S.Sos saat di konfirmasi media ini menyampaikan dalam arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ada lima (5) poin yang dilakukan pemerintah saat ini untuk mengantisipasi kenaikan BBM, lima poin tersebut salah satunya adalah pemerintah telah menyiapkan Bansos untuk penanggulangan kenaikan BBM.

“Bansos yang di kelola kemensos, BTL dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 12,4 triliun untuk 20,55 juta keluarga penerima manfaat, melakukan Refocusing dana 2% dari dana alokasi umum (DAU) Nasional, Dana reguler APBD yang ada di anggaran Pemda masing-masing (BTT + Bansos) dan Dana desa maksimal 30% yang digunakan untuk bansos bagi masyarakat yang berdampak inflasi,” Ungkap Dandim.

Lanjut ia menambahkan Pemerintah menyiapkan bantuan sosial tambahan sebesar Rp. 24,17 triliun, untuk mengalihkan subsidi BBM agar tepat sasaran.

“Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat yang terdampak lonjakan yang terjadi secara global,” Imbuhnya.

Lanjut Dandim, pada poin ketiga menteri dalam negeri Tito Karnavian menjelaskan Penggunaan belanja tidak terduga dalam rangka pengendalian inflasi di daerah, Yang mana Kepala daerah berwenang mengambil tindakan tentu dalam keadaan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh daerah dan atau masyarakat dapat menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).

“Untuk melakukan optimalisasi anggaran dalam APBD terkait dengan pengendalian inflasi antara lain menjaga keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi, dan transportasi serta alokasi anggaran dimaksud belum tersedia, dapat menggunakan sebagian alokasi anggaran belanja tidak terduga melalui anggaran pergeseran anggaran kepada perangkat daerah melalui perubahan Peraturan Kepala daerah,” ungkap Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie. S.Sos.

Ia menambahkan dampak dari kenaikkan BBM saat ini Terdapat 142 titik unjuk rasa dengan jumlah massa sebanyak 7.362 orang di 30 provinsi selama periode tanggal 29 sampai hingga 4 September 2022.

“Untuk itu Babinsa dan Bhabinkamtibmas terlibat dalam mendata dan menyalurkan bansos agar masyarakat yang layak bisa benar benar mendapatkan bantuan sosial Kenaikan BBM,” Sambungnya.

Diakhir pertemuan, dirinya meminta agar seluruh Aparat Pemerintahan yang ada diwilayah Kabupaten Tolitoli harus bekerja sama dan memberikan berkontribusi untuk untuk menenangkan masyarakat apabila terjadi kenaikan harga BBM agar tidak terjadi kericuhan guna menciptakan suasana wilayah yang kondusif.

“Marilah bersama – sama kita ikuti kebijakan Pemerintah, kita kawal dengan suasana cipta yang kondusif, aman dan tertib. Jalin soliditas dengan segenap komponen Pertahanan dan keamanan Negara menuju Sinergitas dalam kesemestaan.” Tutupnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Dandim 1305/BT Letkol Inf. Lawdewick B.K Tobing, S.Sos, Kapolres Tolitoli AKBP Ridwan M. Raja Dewa. S.I.K, Sekertaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh Asrul Bantilan, S.Sos, dan kepala kejaksaan negeri Tolitoli Albertus P Napitupulu, SH. MH.***

Pos terkait

banner 468x60