Kasdim 1305/BT Ikuti Zoom Meeting Pengendalian Inflasi Bersama Pemerintah Provinsi Sulteng

Kodim1305/BT, Sulteng Kabartoday.id – Kasdim 1305/BT Mayor Inf Iko Power Sianipar mengikuti Zoom Meeting pengendalian Inflasi Daerah dan penyelesaian Isu-isu strategis Daerah, bersama pemerintah daerah Provinsi Sulawesi tengah.

Kegiatan Zoom Meeting bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi tengah dan pemerintah daerah Kabupaten Tolitoli bertempat di Aula Balre Taudako Lipu Rujab Bupati Tolitoli kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Selasa (06/09/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tolitoli Moh Besar Bantilan, Asisten II Bupati Tolitoli Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Ir. Muh Nur Munawar, Usman Taba, SH., MH., MM Asisten III Bupati Tolitoli Kapolres Tolitoli AKBP M Ridwan Radja Dewa, S.Ik, Kasdim 1305/BT Mayor Inf Iko Power Sianipar, Letda Laut (S) Sejati Waluyo Pasiops Unit Intel Lanal Tolitoli, Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli Albert P Napitupulu SH., MH., Kadis Perdagangan Kab. Tolitoli Yustianto Bantilan, S.Kom, M.Si, Sekretaris Kesbangpol Tolitoli Muh Muker, Kepala OPD Lingkup Pemda Kab. Tolitoli. Para Camat dan Kepala Desa Se- Kab. Tolitoli, dan Panitia serta tamu undangan berjumlah kl. 80 orang.

Dalam sambutan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura menjelaskan Inflasi merupakan salah satu indikator tingkat kemajuan Negara yang harus terus dijaga di titik rendah hingga stabil, sehingga dapat memberikan stimulasi yang cukup pada sisi produksi, dunia usaha serta tidak memberikan tekanan yang besar kepada konsumen.

“Untuk itu Inflasi yang terjadi di dunia cukup tinggi sehingga mengalami gangguan ekonomi yang menyebabkan krisis keamanan, krisis politik, pengangguran, kemiskinan dan lain-lain. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 seluruh dunia mengalami krisis ekonomi terbesar dalam sejarah umat manusia, namun Indonesia dianggap sukses dalam perkembangan pertumbuhan perekonomian dari seluruh dunia dalam menyikapinya dan dapat bangkit lebih cepat,” ungkap Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura dihadapan pemerintah daerah Kabupaten dan Forkopimda.

Lanjut H. Rusdy Mastura menyampaikan Bahwa situasi perekonomian global masih berhadapan dengan dampak pandemi Covid-19, serta kenaikan harga pangan dan energi yang mengakibatkan inflasi, sehingga diperlukan upaya bersama serta pengawasan dalam menangani ketidakstabilan serta Inflasi yang terjadi saat ini.


“Di tengah mahalnya beban biaya produksi belakangan ini, pelaku usaha jelas akan menaikkan harga jual barang dan jasa, sehingga Ekspansi usaha juga terancam semakin tertahan karena pelaku usaha menekan margin keuntungan untuk menjaga harga tidak naik terlalu tinggi ditingkat konsumen,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan akan memicu naiknya inflasi.

“Untuk itu marilah kita bersama sama melakukan pengawasan dan pengawalan, termasuk didalamnya melibatkan Bulog, Forkopimda dan Instansi terkait,” pungkasnya.

Sementara Itu tanggapan dari Kapolda Sulawesi tengah Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi menjelaskan terkait dengan kenaikan harga BBM saat ini, tentunya perlu langkah kongkrit dengan melakukan koordinasi kepada Instansi terkait termasuk didalamnya Forkopimda tingkat Provinsi maupun tingkat Daerah.

“Masalah Inflasi, dampaknya akan berpengaruh kepada perekonomian global, sehingga perlu dilakukan pengawalan serta pengawasan sehingga tidak terjadi salah sasaran,” Ucapnya.

Lanjut Kapolda Sulteng menjelaskan akibat kenaikkan harga BBM Telah terjadi aksi unjuk rasa di berbagai daerah dan dirinya berharap pemerintah daerah bisa menerima dan menyikapi dengan baik.

“Hal ini merupakan isu Nasional yang saat ini terjadi diberbagai daerah. Saya
Harapan agar masyarakat Prov. Sulteng untuk selalu menjaga Kamtibmas, hindari sekecil mungkin dampak dan berkembangnya isu- isu yang dapat menjadi keributan di tengah masyarakat,” kata Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi.

“Kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, agar disikapi dengan baik.
Hanya saja perlu dilakukan terobosan baru untuk meminalisir segala gejolak dari dampak kenaikan BBM,”Pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Danrem 132/Tdl Brigjen TNI Toto Nurwanto, S.I.P., M.Si menuturkan kenaikkan BBM dirinya telah instruksikan kepada jajaran bawah, termasuk Para Dandim, Danramil dan tentunya para Babinsa kewilayahan untuk segera melakukan pengawalan serta pengawasan saat penyaluran bantuan di Daerah maupun lokasi wilayah terpencil.

“TNI sudah melakukan pendampingan Pangan, sebagaiman Instruksi dari komando atas “Panglima TNI” Seluruh Danramil melalui Babinsa agar melakukan pendataan terhadap lokasi maupun wilayah yang masuk dalam kategori lahan tidur,” Tegasnya.

Ia menambahkan Babinsa bersama Babinkamtibmas agar melakukan koordinasi, terkait pengolahan dan pemanfaatan lahan tidur guna meminalisir dampak dari kenaikan Inflasi harga BBM.

Selanjutnya kepala kejaksaan Tinggi Sulawesi tengah Agus Salim, SH MH Memaparkan bahwa langkah yang harus kita lakukan saat ini adalah memperkuat koordinasi dan kekompakan dalam melakukan regulasi terkait Inflasi kenaikan BBM. Sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh Kejaksaan Agung bahwa harus satu jalan atau On Straid.
Kemudian melakukan langkah kongkrit terkait pendampingan dan pengawasan belanja tak terduga sebagai pengendali Inflasi.

“Membentuk pengendali bidang hukum sesuai arahan dan regulasi dari Kejaksaan Agung, harus sesegera mungkin membuat Pergub, sehingga pelayanan dan pemberian subsidi dapat dikendalikan secara terukur yang peruntukannya kepada para Petani, Nelayan dan UMKM, dan Program pemerintah harus mempedomani kepentingan publik sehingga dapat terpenuhi secara maksimal,” tuturnya.

“Bupati dan Perangkat Daerah harus melakukan optimalisasi anggaran sesuai dengan instruksi Kemendagri untuk menjaga kesenjangan harga pangan dan transportasi,” Pungkasnya ***

Pos terkait

banner 468x60