Ekonomi Semakin Sulit, Harga Beras Naik “Masyarakat Menjerit”

Tolitoli, Sulteng Kabartoday.id – Menjelang Bulan suci ramadhan 1446 H, Harga beras di wilayah kabupaten Tolitoli sejak beberapa Minggu belakangan harga beras di pasaran hingga tingkat pengecer terus mengalami kenaikan.

Dari pantauan media kabartoday.id di lapangan sebelumnya, diawal bulan Januari harga beras masih berkisar Rp 12.000 hingga 12.500 perkilogram dan memasuki bulan Febuari harga beras terus beranjak naik hingga menembus harga Rp 13.500 perkilogram.

Kenaikan terjadi diawal Febuari, dari 12.000 menjadi 12.500, tak berselang lama kenaikan harga beras kembali terjadi mulai dari 13.000 hingga 13.500 perkilogramnya.

Salah satu pedangan beras ibu Ratna (60) yang ditemui media ini menyampaikan kenaikan harga beras diakibatkan sulitnya mendapatkan beras di tingkat petani hingga penggilingan, ditambah lagi musim panen raya baru akan di mulai bulan Maret mendatang.

“iya pak, stock beras yang ada digilingan/petani saat ini sudah sangat menipis, ini saja saya mengumpulkan beras harus berkeliling dari satu penggilingan ke penggilingan lainnya,” Ungkap Ratna.

Bacaan Lainnya

Harga beras saat dipengilingan dan petani menurut Ratna, telah mencapai Rp 12.000 rupiah perkilogramnya atau sekitar 600 ribu karung, bahkan ada yang menjual hingga Rp 625 ribu perkarung.

“Mau tidak mau saya harus menjual beras saya dengan harga 13.500 perkilo, karena harga 600- 625 ribu perkarung itu belum dihitung perongkosan lainya, salah satunya adalah biaya transport,” katanya.

Diakhir ia menjelaskan, jika harga beras saat ini mencapai 13.500 bahkan menjelang ramadhan prediksi harga beras akan kembali mengalami kenaikan apalagi musim panen baru akan dimulai bulan Maret.

“Tidak menuntut kemungkinan harga beras akan kembali mengalami kenaikan harga, tapi kami berharap musim panen bisa diawal maret sehingga harga beras bisa kembali turun,” Pungkasnya.

Sementara itu beberapa masyarakat yang berada di wilayah kelurahan Nalu bernama Ani, Abeng dan Rajak saat ditemui media ini mengatakan sangat disayangkan beras berkarung kuning (SPHP) milik BULOG saat ini sudah sulit didapat dikios maupun di Rumah pangan Kita (RPK).

Ditambah lagi bantuan pangan (Banpang) yang setiap bulanya diberikan pemerintah sejak Januari hingga Februari sudah tidak ada lagi.

“Beras SPHP milik pemerintah (Bulog) dipasaran sudah mulai langkah, padahal beras SPHP harganya terjangkau dan kualitasnya bagus, jelas ini sangat membantu kami sebagai masyarakat kecil,” kata Ani.

Ditambah Rajak, Bantuan pangan (Banpang) 10 kg setiap bulannya yang kami terima akan tetapi sejak tahun 2025 mulai Januari hingga Februari kami belum menerima beras lagi dari kelurahan.

“Dua bulan ini kami tidak lagi mendapatkan Bantuan beras dari Pemerintah, ini juga menjadi pertanyaan saya apakah sudah tidak ada lagi program ini atau bagaimana, karena bantuan beras dari Pemerintah jelas sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga untuk bertahan hidup,” Tutupnya.

Sementara itu Pimpinan Cabang BULOG Tolitoli Zahnaz Abdeli yang dikonfirmasi media ini terkait Beras SPHP yang sudah sulit didapat di pasaran mengatakan bahwa memang saat ini untuk penyaluran beras SPHP dihentikan untuk sementara oleh pemerintah terhitung mulai tanggal 07 Februari 2025.

“Penyaluran Beras SPHP untuk sementara dihentikan oleh pemerintah, dihentikan Penyaluran terhitung mulai tanggal 07 Februari 2025,” Kata Zahnaz Abdeli.

Lanjut lagi, Untuk Bantuan Pangan (Banpang) yang biasanya disalurkan setiap bulannya menuturkan Terkait penyaluran Banpang memang belum berjalan, hal ini dikarenakan adanya kebijakan pemerintah untuk penundaan penyaluran Bantuan Pangan selama bulan Januari – Februari 2025.

“iya memang benar pak, untuk Penyaluran Bantuan pangan (Banpang) bulan Januari – Februari belum berjalan, hal ini adanya kebijakan pemerintah agar dilakukan pemundaan penyaluran bulan Januari dan Februari,” Tuturnya.

Disinggung terkait apakah SPHP dan Banpang akan adalagi atau tidak Zahnaz Abdeli menjelaskan kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait kebijakan penyaluran SPHP dan Bantuan Pangan.

“Jadi hingga saat ini kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait kebijakan penyaluran SPHP dan Bantuan Pangan, nanti kalau ada instruksi lebih lanjut, pasti kami BULOG Tolitoli akan segera lakukan penyaluran,” pungkasnya. ***

Pos terkait

banner 468x60