Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Polres Tolitoli, Polda Sulawesi Tengah, menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) di Taman kota gaukan Bantilan Tolitoli, Sabtu (17/10/2023).
Simulasi ini merupakan bagian dari persiapan yang di gelar Polres Tolitoli untuk pengamanan pemilihan umum (Pemilu) serentak yang akan digelar pada Februari 2024 mendatang.
Dalam kegiatan ini, selain Kapolres Tolitoli AKBP Bambang Herkamto SH juga turut hadir wakil bupati Tolitoli Moh Besar Bantilan, Kajari Tolitoli Albertinus Parlinggoman Napitupulu SH., MH, Dandim 1305/BT yang diwakili, Danlanal Tolitoli yang diwakili, Wakil Ketua 1 DPRD Tolitoli Jemy Yusuf, dan sejumlah jajaran dari PJU Polres Tolitoli, para Kapolsek, Personil Polres dan Personil Polsek jajaran Polres Tolitoli.
Kapolres Tolitoli AKBP Bambang Herkamto, SH dalam sambutanya mengatakan, kegiatan simulasi ini bertujuan untuk mempersiapkan dari saat pelaksanaan Operasi Mantap Brata dalam rangka mengamankan pemilu 2024.
“Saat simulasi, dibuat skenario aksi demonstrasi dengan berbagai kondisi Variasi yang biasanya terjadi dilapangan,” terang Kapolres Tolitoli.
Dalam simulasi ini menurut Orang Nomor Satu di polres Tolitoli adalah menggambarkan kesiapan personel beserta sarana dan prasarana, jika situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, walaupun nantinya juga mungkin tidak akan terjadi, sehingga kita dari aparat kepolisian dapat segera mengantisipasi dan bersinergi dengan TNI serta instansi terkait dari pemerintah daerah.
“Simulasi Sispamkota yang digelar ini, menggambarkan keadaan situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi, yang diasumsikan penanganan dan pengamanan beberapa kejadian, seperti penanganan sewaktu massa menolak salah satu calon Kepala Daerah ketika melakukan kampanye, perusakan alat peraga kampanye (APK), unjuk rasa di TPS, massa salah satu partai melakukan unjuk rasa, baik di Kantor KIP karena tidak menerima kekalahan,” Kata Bambang Herkamto.
Lanjut ia menyampaikan pihaknya juga mengelar adegan dengan penanganan situasi yang dilakukan oleh tim negosiator, penggunaan personel dalmas awal, pengaturan arus lalu lintas, eskalasi meningkat ditambah dengan aksi anarkis dan peragaan dalmas lanjut, serta mengamankan provokator saat aksi unjuk rasa berlangsung.
Ia juga berharap, Pelaksanaan pemilu 2024 ini dapat berjalan lancar dan aman. Namun, menurutnya, jajaran kepolisian yang disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan saat pelaksanaan pemilu, termasuk saat menghadapi aksi peserta unjuk rasa. ***









