Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Tolitoli melaksanakan pemberian reward Indeks Inovasi Daerah berdasarkan skor IID OPD Kab. Tolitoli dan hasil penjaringan IGA, Innovative Government Award Kabupaten Tolitoli Tahun 2023 bertempat di Hotel Mitra Utama, Selasa (05/12/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait ini bertujuan meningkatkan skor Indeks Inovasi Daerah serta pemahaman terkait penghargaan Innovative Government Award (IGA).
Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari, yakni Senin (4 hingga 5 /12) dan dibuka langsung oleh Kepala Brida Tolitoli Syafrudin, ST, M, Eng yang diwakili Kepala bidang Teknologi dan Inovasi Daerah (Brida) Putu Artha Wijaya, SE. M.Si kepada media ini mengatakan majunya suatu daerah sangat ditentukan oleh inovasi yang dilakukan daerah tersebut. Untuk itu, diperlukan adanya penciptaan suatu kegiatan yang bersifat inovatif yang dilakukan oleh aparatur di daerah dan masyarakat dalam memajukan daerahnya.
“Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah, dinyatakan bahwa kunci kemajuan suatu daerah adalah kemampuan daerah untuk berinovasi dan menciptakan kreativitas. Selain itu juga meningkatkan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan sehingga daerah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif,” ungkapnya.
Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah, kata Putu Artha Wijaya dimaksudkan untuk memberikan gambaran terkait dengan sistem penilaian Indeks Inovasi Daerah sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, terutama indikator-indikator dan data pendukung dari inovasi yang telah dilaksanakan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah.
Perlu diketahui Kabupaten Tolitoli memiliki Indeks inovasi Daerah sudah naik secara signifikan dalam tempo 2 tahun.
“Sebagai gambaran hasil Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Tolitoli tahun 2021 nilai indeks kita hanya mencapai 0,08 kategori tidak dapat di nilai, kemudian di Tahun 2022 naik menjadi 16,20 dengan kategori belum inovatif. Dan Tahun ini (2023) walaupun belum di umumkan rangking secara Nasional namun nilai telah mencapai 33,” ungkapnya.
Untuk mencapai sebuah Daerah Inovatif menurut Putu Artha Wijaya kita harus mengantongi Indeks inovatif sebesar 35. Semoga acara ini memberikan wawasan baru, membangun pemahaman yang lebih mendalam, dan menginspirasi menciptakan suatu kegiatan yang bersifat inovatif.
“Pada kegiatan ini, bagaimana kita bisa terus memperkenalkan produk lokal serta menciptakan berbagai inovasi melalui produk produk lokal yang dapat meningkatkan daya saing di tingkat Provinsi hingga Nasional,” jelasnya.
“Kali ini kerajinan lokal yang ditampilkan salah satunya adalah batik Cap Lokal yang di kerjakan oleh perajin asal kecamatan Galang dan lampasio, yang akan menjadi produk lokal daerah dalam memperkenalkan budaya Tolitoli,” pungkasnya. ***









