Kades Mantaren Harapkan Pembangunan Infrastruktur Tahun 2022 Bisa Terealisasi

Pulang Pisau | Kalteng – Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau sejak tahun 2020 hingga 2021 tidak melaksanakan kegiatan Pembangunan infrastruktur (fisik). Pasalnya, semua anggaran pembangunan dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Mantaren I, Yatno Gustanto kepada Kabartoday.id Kamis (10/02/2022) saat di temui diruang kerjanya.

Kepala Desa (Kades) Mantaren I, Yatno Gustanto berharap perlu adanya pemberdayaan masyarakat desa setempat dari SOPD yang membidangi di Kabupaten Pulang Pisau.

“Saat ini, kegiatan yang masih berlanjut hanya Posyandu dan Perpustakaan Desa yang hanya ditujukan khusus bagi ibu-ibu,” terang Yatno

Dijelaskan Yatno, program pemberdayaan yang dijalankan ibu-ibu adalah pelatihan kerajinan menganyam dari bahan tali Milian, yang nantinya hasil kerajinan berupa Bakul serta tas panggul dapat di diperjualbelikan secara mandiri.

“Akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan selama ini, dan demi membantu suami mencari nafkah, para ibu ibu di desa Mantaren I membuat
Program kerajinan tangan, dan Apabila hasil kerajinan tangan tersebut laku dipasaran, maka 70 persen akan dijadikan sebagai modal usaha buat membeli bahan baku, dan sisanya 30% lagi untuk kebutuhan keluarga sehari hari,” papar Kades.

“Melalui program pemberdayaan yang dicanangkan melalui Pemerintah Desa (Pemdes) Mantaren I, mendapatkan respon positif dari ibu ibu dan warga lainnya,” lanjut Yatno.

Disisi lain Yanto menyayangkan pengajuan budidaya ikan yang dilakukan oleh bapak bapak didesa Mantaren I sampai sekarang belum dapat disetujui dan direalisasikan oleh dinas perikanan.

“Hal itu dikarenakan, pengajuan Proposal terbaru harus menggunakan akta notaris, dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya persyaratan yang diminta hanya dari pemerintah desa,” ungkapnya.

Disinggung terkait anggaran Dana Desa (DD) yang diterima, kepala Desa Mantaren I Yanto mengungkapkan anggaran Dana Desa (DD) yang di terima sangat kecil apalagi setiap tahun mengalami penurunan. Sehingga program program yang telah direncanakan hanya sebagian kecil saja yang dapat terealisasi.

“Rata-rata DD banyak dipotong dan dialihkan untuk Covid-19, sedangkan untuk pengajuan usulan pembangunan atau pembuatan jalan yang menjadi prioritas jalan desa belum dapat terealisasi, padahal sudah sering kita bahas di Musdes,” pungkas Kades. ***ERNY***

Pos terkait

banner 468x60