Kajati Sulteng: Kalau Kita Salah, Jangan Pernah Gengsi Untuk Meminta Maaf Kepada Wartawan

Palu Sulteng | Kabartoday.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH., MH., merespon cepat terkait insiden pengusiran sejumlah wartawan yang terjadi pada Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 62 dilingkungan Kejati Sulteng.

Dalam Pers Rilis yang dikeluarkan Kasi Penkum kejaksaan Tinggi Sulteng Reza Hidayat SH., M.H., mengatakan bahwa Bapak Kajati Sulteng mengundang rekan-rekan jurnalis untuk menyampaikan secara langsung permohonan maaf atas kejadian pengusiran wartawan yang terjadi pada hari HBA Ke 62, pertemuan tersebut bertempat di Aula Vicon lantai 3 Graha Perubahan Kejati Sulteng.

“Saya selaku pimpinan tertinggi di Kejaksaan Sulteng dan atas nama institusi tidak segan-segan untuk minta maaf pada rekan-rekan wartawan atas kekhilafan yang dilakukan bawahan saya. Untuk saat ini tidak ada kata gengsi-gengsi, karena memang kita manusia tidak.luput dari kesalahan.” ungkap Kasi Penkum kepada kabartoday.id

Ungkapan permintaan maaf ini terlontar dengan tulus dari seorang berjiwa ksatria Jacob Hendrik Pattipeilohy Kepala Kejaksaan Tinggi (kajati) Sulawesi Tengah saat rekonsiliasi dihadapan sejumlah jurnalis, atas insiden pengusiran jurnalis yang dilakukan Aspidum Fithrah, Jumat (22/7) pekan lalu.

Lanjut Jacob Hendrik, setelah mengetahui ada insiden pengusiran seperti itu, dirinya langsung meminta kepada Kasi penkum Reza Hidayat agar segera mengundang teman-teman jurnalis untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka dihadapan awak media.

Bacaan Lainnya


“kita tidak perlu malu, sebab kita punya jiwa besar, karena sejak awal hubungan kemitraan bersama rekan jurnalis selama ini sudah terjalin dengan baik, upaya duduk bersama seperti ini, bagaikan satu keluarga dalam menyelesaikan masalah.” Kata Reza saat kajati Sulteng Jacob Hendrik melakukan permintaan dihadapan puluhan Jurnalis., Senin (25/7)

Dalam rekonsiliasi bersama Kepala kejaksaan Tinggi, Moh. Iqbal jurnalis CNN saat ini jabat Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulteng mempertanyakan kesalahan atau wanprestasi mereka lakukan hingga terjadi aksi pengusiran.

“Apa salah kami, Proses masih berjalan, kami juga sedang bekerja, (tidak diam) sedang melakukan perbaikan dan tidak ada yang dirusak,” tanyanya.

Sementara Jurnalis TV One Abdullah K Mari sangat mengapresiasi permintaan maaf dari Bapak Kajati. Namun ia mengatakan, ada satu pemikiran harus diluruskan.

Namun dikatakannya, ada satu persepsi harus diluruskan, ada rekan sesama jurnalis kondisinya menyudutkan pihaknya dianggap sebagai Event Organizer (EO), tidak diusirlah dan bahkan dicap bayaran.

“Mereka datang menemui Kajati membuang banyak ego, sebab diluar sana status media sosial facebook pihaknya dituding setelah diusir, diajak ngopi dan selesai perkara, mau ditaruh dimana muka mereka,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia meminta jurnalis penulis status tersebut sadar diri. Dia juga memberi masukkan Banua Media Adhyaksa (BMA) itu sangat baik, hanya saja itu menjadi ekslusif, ketika tidak ada kontrol dari Kajati dan mengakomodasi banyak orang.

Sementara itu di tempat yang sama Aspidum Kejati Sulteng, Fitrah juga meminta maaf kepada jurnalis untuk kedua kalinya.

Ia mengakui semua itu terjadi tidak lebih dan kurang, merupakan kelemahan dirinya sebagai manusia, yang juga sedang ada tekanan.

Sebab tekanan terhadap dirinya sangat besar pada saat perayaan HBA kala itu. Karena dirinya, telah menargetkan, pada pukul 07.30 WITA sudah mulai upacara. Pada pukul 07.00 WITA pihaknya sudah harus melakukan gladi. Sementara efek dari keterlambatan itu, maka matahari akan sangat menyinari anggota-anggota upacara.

Kajati Mengingat, amanat Jaksa Agung 19 halaman dibacakan dan harus konsentrasi. Tentu kalau diundur dari itu, akan berdampak pada anggota mengikuti upacara.

“Tapi terlepas dari semua itu, dirinya telah meminta maaf, tidak lebih dan kurang kelemahan dirinya, sehingga ada miskomunikasi yang terjadi,” bebernya.

Ia berharap permintaan permohonan maaf dari dirinya kepada jurnalis kemarin dapat diterima.

”Saya mohon maaf.atas kesalahan bawahan saya yang khilaf atas Kejadian kemarin itu, tidak lebih hal itu menjadikan pengalaman kami semua dalam bertugas,”Tutupnya

Pos terkait

banner 468x60