Kodim1305/BT, Sulteng | Kabartoday.id – Jagung merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan salah satu bahan makanan pokok pengganti beras, salah satunya yang dilakukan TNI AD dalam membantu program pemerintah dalam menjaga Ketahanan Pangan serta menjadikan negara Indonesia sebagai negara Swasembada Pangan, salah satunya diwilayah Teritorial Kodim 1305/BT.
Hal ini seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 1305/08 Momunu Koptu Amir Salim kembali melaksanakan pendampingan kepada bapak Kahar untuk menanam bibit jagung di lahan miliknya yang terletak di Desa Pinamula Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Sabtu (05/11/2022).
“Pendampingan penanaman jagung yang dilakukan ini untuk menjaga ketahanan pangan serta menjadikan wilayah kabupaten Buol sebagai wilayah swasembada jagung,” ungkap Babinsa Koptu Amir Salim.
Babinsa Koptu Amir Salim menjelaskan sebagai satuan teritorial TNI AD yang paling bawah, dan berhadapan langsung dengan masyarakat Didesa Binaan sudah seharusnya membantu dan memberikan dorongan serta motivasi kepada petani untuk terus memanfaatkan lahan agar ditanami tanaman yang dapat meningkatkan pendapatan.
“Sudah menjadi tugas tambahan dari seorang Babinsa melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) dalam memberikan pendampingan pertanian kepada warga agar petani tetap produktif untuk bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan yang ada, sehingga produksi pertanian tetap terjaga untuk mendukung program pemerintah dalam kebutuhan pokok di masyarakat, Jelas Koptu Amir Salim saat ditemui dilokasi penanaman jagung.
Lebih jauh Koptu Amir Salim juga mengungkapkan, sesuai dengan anjuran pemerintah dimasa pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung di tambah kenaikan harga BBM serta terus meningkatnya inflasi, para petani diharapkan untuk tetap menjaga produksi pertanian demi memperkuat ketahanan pangan di wilayah.

“Untuk itulah kami sebagai aparat teritorial di wilayah, terus menindak lanjuti dengan terus mengajak masyarakat yang memiliki lahan agar mau peduli dan memanfaatkan lahan untuk di tanami tanaman yang dapat membantu pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sehingga program pemerintah dalam swasembada pangan bisa tercapai,” Pungkasnya.
Sementara itu, Dandim 1305/BT Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie,. S.Sos melalui Danramil 1305/08 Momunu Letda Inf Ricky Poli yang di konfirmasi media ini mengatakan Wilayah kabupaten Buol merupakan sebagian besar adalah daerah pengunungan, yang mana untuk areal persawahan nya sangat kecil sekali, sehingga untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Buol kecamatan Momunu para Babinsa terus melakukan komunikasi Sosia (Komsos)l dengan masyarakat agar mau terus menanam jagung sebagai penganti beras.
“Luas areal persawahan yang di wilayah kabupaten Buol tergolong sangat kecil, untuk itu saya terus menghimbau kepada para Babinsa yang ada di desa binaan, yang memiliki areal persawahan agar di dorong untuk menanam padi, dan yang tidak memiliki areal persawahan harus bisa menanam jagung sebagai penganti beras sebagai kebutuhan pokok kedua setelah beras,” Ucap Letda Inf Ricky Poli.
Lebih jauh iya menyampaikan pendampingan Babinsa kepada masyakarat dalam melakukan penanaman jagung merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyakarat binaannya, terlebih lagi sesuai dengan instruksi dari komando atas bahwa tugas Babinsa di lapangan bukan serta Merta hanya mengecek perkembangan situasi wilayah saja, akan tetapi mereka juga harus bisa menjaga ketahanan pangan di wilayah binaannya.
“Hal ini seperti yang disampaikan dalam setiap pertemuan di Makodim 1305/BT, bapak Dandim 1305/BT Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie, S.Sos berpesan bahwa kenaikan harga BBM dapat memicu meningkatnya inflasi di wilayah, maka dari itu untuk mengatasi dampak dari kenaikan Harga BBM dan menekan tingginya Inflasi, untuk itu para Danramil harus mengendalikan semua usaha, pekerjaan serta kegiatan yang dilaksanakan oleh anggotanya di lapangan, sehingga Para Babinsa yang ada di desa binaan bisa terus mengajak masyakarat untuk bercocok tanam,” Imbuhnya.
“Jadi saat ini yang terpenting adalah bagaimana kemanunggalan TNI bersama rakyat bisa terus terjalin dengan baik, sehingga ini menjadi modal terbesar bagi seorang Babinsa di desa Binaan untuk mengajak bersama sama dalam menjaga ketahanan pangan seperti yang disampaikan komando atas” pungkasnya ***









