Buol, Sulteng | Kabartoday.id – Konferensi pers yang digelar oleh DPRD Kabupaten Buol mengenai isu dugaan suap kepada Pansus pencari fakta terkait kasus sengketa FPPB (Forum Petani Plasma Buol) pada Rabu, 26 Juli 2023 kemarin, justru membuat masyarakat semakin yakin ada dugaan suap, terlebih para petani plasma.
Pasalnya, Pansus yang sudah bekerja 6 bulan sejak November 2022 sampai Juni 2023 tidak menghasilkan apa-apa. Rekomendasi tidak dihasilkan. Salinan penetapan hasil kerja Pansus membingungkan.
“Hal tersebut, sekali lagi jauh dari pernyataan sebelumnya oleh para anggota Dewan dan PANSUS khususnya. Mereka menyatakan akan memastikan untuk menyelesaikan masalah kemitraan inti-plasma dan akan berdiri dibelakang kepentingan petani, bahkan mereka akan menutup perkebunan plasma jika Perusahaan mitra keras kepala dan tidak mematuhi ‘rekomendasi’ Pansus” tegas Juru bicara FPPB, Fatrisia Ain melalui rilis FPBB Kamis 27 Juli 2023.
Menurut Fatrisia, klarifikasi yang disampaikan Ketua Dewan DPRD Buol tidak menjawab isu yang berkembang. Jika memang tidak ada suap, DPRD bisa melaporkan pemberitaan yang dianggap hoax dan tidak bertanggungjawab tersebut karena bisa mencederai nama Dewan Perwakilan Rakyat.
” Bukan hanya sekedar meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan dianggap mengganggu konsentrasi kerja Dewan. Kami justru mempertanyakan kinerja Anggota Dewan terkait hasil Pansus jilid I, apalagi yang hanya melahirkan isu suap dan sekarang lanjut membentuk Pansus jilid II untuk pendalaman kasus yang kabarnya sudah ditetapkan 2 bulan yang lalu dengan sisa kerja 1 bulan lagi, tetapi kami sama sekali tidak di update bagaimana kerja-kerjanya, dan siapa saja anggotanya sejauh ini. Tentu saja hal tersebut memperkuat dugaan kami, bahwa lembaga ini memang tidak serius menangani masalah ribuan pemilik lahan dalam kemitraan inti-plasma di Buol yang sudah belasan tahun lamanya, dan hanya menggunakan kesengsaraan kami untuk kepentingannya sendiri dan kelompok,” sesal Fatrisia.
Lanjut Fatrisia, dalam rapat penjelasan (hearing) Senin, 19 Juni 2023 Ketua DPRD kepada ratusan perwakilan petani plasma menyatakan bahwa pansus Jilid II akan melibatkan para petani, para kepala desa lingkar perkebunan plasma dan pendamping petani dalam pembentukan dan kerja-kerjanya, tetapi hingga saat ini belum ada kabar apapun untuk masa kerja 3 bulan.
” Apalagi dalam pernyataan pers yang digelar oleh DPRD Buol pada Rabu kemarin sama sekali tidak sedikitpun menyinggung masalah-masalah kemitraan inti-plasma di Buol yang mendorong terbentuknya Pansus jilid I, tidak pula menginformasikan soal Pansus jilid II yang sudah dibentuk dan berjalan, yang seharusnya diketahui publik” Tandasnya. ***
Klarifikasi DPRD Semakin Meyakinkan Petani Plasma Ada Dugaan Suap









