Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) kabupaten Tolitoli secara aktif menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan pernikahan muda.
Kegiatan satu jam saja bersama Yustiyanto Bantilan S.Kom, M.,Si mengangkat Tema utama “Jauhi Pernikahan Muda Demi Masa Depan”.
Kepala dinas DP2KB Tolitoli Yustiyanto Bantilan kepada media kabartoday.id menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas DP2KP Tolitoli terutama melalui program Generasi Berencana (GenRe), yang bertujuan untuk menyiapkan remaja dan pemuda dalam perencanaan kehidupan berkeluarga secara matang.
“Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) secara aktif mengampanyekan penundaan usia pernikahan sebagai bagian dari program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) untuk masa depan yang lebih baik,” Kata Yustianto Bantilan Selasa (09/12/2025) di ruang aula DP2KB.
Lanjut ia menambahkan kalau dari pemerintah. Sendiri merekomendasikan pernikahan yang ideal bagi perempuan sebaiknya dilakukan di usia 21 tahun dan bagi Laki laki di usia 25 tahun.
“Pernikahan yang ideal dimaksudkan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, emosional, dan finansial pasangan sebelum membangun rumah tangga, sehingga dapat mengurangi berbagai risiko negatif yang terkait dengan pernikahan dini,” Ungkapnya.
Ia juga menjelaskan beberapa alasan utama kegiatan seperti ini harus di gelar sehingga masyarakat bisa memahami resiko yang mungkin akan terjadi pada pernikahan di usia muda.
“Risiko yang bisa saja timbul diantaranya masalah kesehatan, Stunting, kesiapan Mental dan emosional, pendidikan dan ekonomi, serta perceraian,” Katanya.
Pada pernikahan muda sendiri kata Yustianto, yang paling banyak terjadi saat ini adalah Perceraian dimana hal tersebut terjadi dikarenakan Kurangnya kesiapan dalam berbagai aspek, termasuk salah satunya “finansial”.
“Finansial menjadi salah satu faktor tingginya angka perceraian pada pasangan yang menikah muda dan rentan mengalami tekanan emosional, stres, depresi, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” Ujarnya.
Karena Menurut Kadis DP2KB, pernikahan muda sudah pasti akan mengorbankan pendidikan, dan secara mental sendiri psikologis bagi pasangan muda belum matang dalam menghadapi tanggung jawab perkawinan.
“Jadi melalui berbagai sosialisasi dan program seperti ini DP2KB dapat memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya perencanaan keluarga kepada remaja dan orang tua, untuk menekan angka pernikahan dini serta dapat menyiapkan generasi muda yang lebih berkualitas” Tutupnya. ***
Satu Jam Bersama Yustiyanto Bantilan, Kadis DP2KB “Jauhi Pernikahan Muda”









