Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Rekrutmen penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan atau yang dikenal Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Tolitoli, diduga sarat kepentingan.
Dari sumber yang di terima media ini, hasil resmi pengumuman nilai Computer Assisten Test (CAT) yang digelar pertengahan November 2022 oleh KPUD Tolitoli, khusus dari Kecamatan Lampasio diketahui salah seorang peserta bernama Ekhsanuddin mendapat nilai “0”, sementara rekan ujiannya mendapatkan nilai rerata 60 hingga 80.
Seperti dunia Dongeng, “Aneh Bin Ajaib”, peserta bernama Ekhsanuddin ternyata diloloskan masuk ketahap selanjutnya, yakni pada seleksi wawancara di Kantor KPU Tolitoli.
“Seharusnya KPU lebih transparan terkait hasil nilai dari Computer Assisten Test (CAT) yang di ikuti oleh calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), untuk nilai 0 kok bisa masuk ke seleksi wawancara,” ucap salah satu sumber yang tidak mau di sebutkan namanya saat menyoroti salah peserta CAT dari Kecamatan Lampasio.
Lanjut lagi, jika memang KPU lebih mementingkan hasil dari Wawancara dan mengabaikan nilai CAT, sebaiknya KPU RI hilangkan saja pelaksanaan CAT untuk memilih anggota PPK yang berkualitas.

“sebaiknya tidak perlu dilakukan CAT, karena setiap tahapan Rekrutmen penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan atau yang dikenal Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang di lakukan oleh KPU hanya menghabiskan uang negara, “Langsung aja wawancara” lalu loloskan orang-orang yang mengikuti Wawancara, karena kami menduga dengan dengan diloloskan peserta bernama Ekhsanuddin dan dilantik menjadi PPK Patut diduga ini semua telah menjadi pilihan KPU atau siapa lah yang menjadi orang terdekat yang nantinya akan di pilih” kesalnya.
Sementara itu, Ketua KPUD Tolitoli Sulaeman Padjalani yang konfirmasi dilokasi Pelantikkan PPK terkait nilai 0 Pada CAT membenarkan jika salah seorang peserta rekrutmen calon PPK dari Kecamatan Lampasio bernama Ekhsanuddin mengantongi nilai “0” usai mengikuti ujian tertulis CAT.
“Ada kesalahan teknis, yang bersangkutan hadir, tetapi tidak menyelesaikan tombol finish, sehingga nilainya kosong. Tapi, tidak ada aturan bahwa 0 itu bukan angka. Selain itu, jumlah pendaftar di Lampasio cuman 15 orang, dan yang bersangkutan pada tahap berikutnya mendapat nilai tinggi saat sesi wawancara,” bantah Sulaeman Padjalani usai pelantikan 50 orang PPK termaksud calon PPK dari Kecamatan Lampasio bernama Ekhsanuddin, (4/1/2023) pagi.
Lebih jauh lagi awak media kembali mempertegas kepada ketua KPUD Tolitoli Sulaeman Padjalani terkait hasil seleksi dan tahapan terkait hasil nilai yang diambil dan hingga terpilihnya PPK atas nama Ekhsanuddin mengatakan untuk nilai yang di gunakan adalah nilai wawancara bukan nilai CAT.
“Iya, nilai wawancara yang digunakan dan bukan nilai CAT, sehingga peserta atas nama Ekhsanuddin di nilai wawancara mendapatkan nilai tinggi sehingga lolos dan saat ini dilantik menjadi PPK,” pungkas Ketua KPUD Tolitoli dengan tegas. ***









