Air Sungai Jadi Coklat, Diduga PETI Dusun Malempak Kembali Beroperasi, APH Diminta Tindak Tegas !!!

Oplus_131072

Tolitoli, Sulteng, Kabartoday.id – Isu Kembali maraknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Dusun Malempak, Desa Dadakitan, kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, kembali menjadi sorotan dari salah warga masyarakat yang sering mengunakan air sungai sebagai kebutuhan mencuci hari hari.

Untuk memastikan informasi dari masyarakat, wartawan Media Kabartoday.id mencoba turun langsung dan menelusuri laporan masyarakat terkait air Sungai menjadi keruh akibat adanya dugaan Aktivitas PETI yang kembali beroperasi di dusun malempak.

Dari pantauan dan dokumentasi yang yang diambil Kamis (30/04) siang, mulai dari jembatan Tambun, Jembatan Dadakitan hingga Jembatan Batu Nobotak, terlihat air sungai berubah menjadi coklat.

Bacaan Lainnya
Ket Fhoto : Kondisi  Air sungai di desa Dadakitan
Ket Fhoto : Kondisi air sungai dari jembatan Tambun

Khusus untuk di jembatan Batu Nobotak, sebelah kiri jembatan tersebut air sungai yang mengalir terlihat berwarna Coklat pekat sedangkan pada pertemuan antara sungai dari sebelah kiri dan sungai besar yang melintasi desa dadakitan air sungai terlihat jernih.

Salah satu Warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini menyampaikan sejak adanya penertiban penambangan emas Beberpa waktu lalu, air sungai yang melintasi desa induk Dadakitan menuju desa buntuna hingga tambun mulai kembali jernih.

Ket Fhoto : Kondisi air sungai Batu Nobotak yang berubah menjadi Coklat pekat

“Semenjak ada penertiban PETI dilakukan beberapa hari lalu, air sungai sudah kembali jernih, tapi selang sya hari kemudian air sungai kembali menjadi kabur dan berlumpur,” Ungkap Warga Rabu (29/04).

Lanjut ia menambahkan terkait dugaan kembali beraktivitasnya PETI bisa di lihat dari air sungai yang mengalir, jika air tersebut kabur artinya besar dugaan ada aktivitas PETI kembali beroperasi di desa dadakitan, dusun malempak. Jadi waktu dilakukan penertiban seminggu yang lalu air sungai sudah kembali jernih, dan tidak lama berselang setelah adanya penertiban air sungai kembali berwarna Coklat.

Ket Fhoto : Pertemuan sungai Batu Nobotak dan sungai besar Dadakitan

“Pastinya kami sebagai masyarakat yang sering mengunakan air sungai untuk mencuci menjadi terganggu akibat pencemaran lingkungan, jadi kita sebagai masyarakat awam hanya berdasarkan melihat air sungai saja, jika tidak ada hujan dan tiba tiba air sungai mulai berubah warna coklat, berarti kuat dugaan adanya aktivitas peti yang sedang berlangsung diatas,” Bebernya.

“Saya berharap, aparat penegak Hukum dan Balai Lingkungan Hidup {LH} Sulawesi Tengah agar bisa bertindak tegas sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, sebagaimana dengan spanduk yang terpasang dilokasi tersebut. Jangan hanya menakuti dengan spanduk, tapi untuk menertibkan dilokasi kok APH “Tiarap” Tutupnya ***

Pos terkait

banner 468x60