Dandim 1305/BT Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Tolitoli – Komandan Kodim (Dandim) 1305/Buol Tolitoli, Letkol Inf. Aryanto Rolando, S.I.P., menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tolitoli di Halaman Kantor Bupati Tolitoli, Jalan Sumalikat, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Senin, 01/06/26.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah keberagaman serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi vertikal, BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan mewakili Bupati Tolitoli. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Tolitoli Nyoman Muliada, S.E., Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh. Asrul Bantilan, S.Sos., Dandim 1305/BT Letkol Inf. Aryanto Rolando, S.I.P., Danlanal Tolitoli Letkol Laut (P) Abdul Rachman Gazali, M.Tr. Opsla., Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K., Kajari Tolitoli Ibnu Firman Ide Amin, S.H., Ketua Pengadilan Negeri Tolitoli Arri Djami, S.H., M.H., Kepala Kementerian Agama Tolitoli Drs. H. Makmur Muhammad Arief, Ketua Pengadilan Agama Tolitoli Ali Akbarul Falah, S.H.I., M.H., Kepala Kementerian Haji dan Umrah Tolitoli H. Muhammadong, S.Ag., Camat Baolan Andi Irmayanti Azis, S.STP., M.Si., para staf ahli, asisten sekretariat daerah, kepala perangkat daerah, serta para undangan lainnya.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Acara diawali dengan persiapan pasukan, masuknya Komandan Upacara, kedatangan Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, amanat Inspektur Upacara, pembacaan doa, hingga penutupan upacara.

Momentum pembacaan teks Pancasila menjadi bagian yang sarat makna karena seluruh peserta upacara secara bersama-sama mengikrarkan kembali komitmen untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan sehari-hari. Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air tampak jelas dari keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Dalam amanat yang dibacakan mewakili Bupati Tolitoli, disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi nasional untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam setiap tindakan dan kebijakan yang dijalankan oleh seluruh anak bangsa.

Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” disebut sebagai penegasan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa Indonesia yang memiliki ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya yang berbeda. Di tengah berbagai tantangan global dan ancaman perpecahan yang terjadi di berbagai belahan dunia, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh berlandaskan nilai-nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila.

Amanat tersebut juga menekankan bahwa Pancasila merupakan kompas moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan modern, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik internasional. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam penyelesaian konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas merupakan implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan ajakan kepada generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi menjadi pedoman dalam membangun masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Kehadiran Dandim 1305/BT Letkol Inf. Aryanto Rolando, S.I.P. bersama unsur Forkopimda lainnya dalam upacara tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, stabilitas, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Kabupaten Tolitoli berakhir pada pukul 08.56 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh semangat kebangsaan serta meneguhkan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, diharapkan semangat persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, berdaulat, dan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia dapat terus diwujudkan dari generasi ke generasi.

Pos terkait

banner 468x60