Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah menurunkan Empat (4) unit alat berat jenis ekskavator guna melakukan normalisasi aliran sungai di Kabupaten Tolitoli usai bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Kepala BPBD Tolitoli Abdullah Haruna kepada media Kabartoday.id menjelaskan, awalnya ada dua Alat berat yang di turunkan di wilayah Kabupaten Tolitoli. kedua alat berat itu telah beroperasi di Sungai Dadakitan dan Sungai Lembah yang terletak di Kecamatan Baolan.
“Kami kembali mendapatkan tambahan dua alat berat lagi dari BPBD Sulteng, untuk melaksanakan pekerjaan normalisasi sungai di Kelurahan Tuweley Baolan,” kata Abdullah Haruna
Lanjut ia menambahkan, bukan hanya alat berat, BPBD Provinsi telah memberikan bantuan logistik kepada BPBD Kabupaten Tolitoli agar dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“BPBD Sulteng juga menurunkan bantuan mobil tangki, Mobil tersebut diperuntukkan untuk memberikan pelayanan air bersih dan membersihkan rumah warga,” ucapnya.
Diakhir ia menjelaskan bantuan dari Provinsi Sulteng yang turun untuk korban bencana banjir Tolitoli tergolong besar, dan ini juga bentuk kepedulian dan perhatian serius bapak Gubernur Sulteng terhadap Kabupaten Tolitoli.
“Jadi, berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tolitoli, tercatat sebanyak 1.345 rumah terdampak dan 139 kepala keluarga (KK) harus mengungsi akibat banjir yang terjadi pada 26 Oktober 2025,” Katanya.
“Adapun lima kelurahan yang terdampak di antaranya adalah Tuweley dengan 328 rumah terdampak dan 110 KK mengungsi, Kelurahan Baru sebanyak 307 rumah terdampak dengan lima KK mengungsi, Tambun 249 rumah terdampak dan 24 KK mengungsi, Nalu 215 rumah terdampak, serta Panasakan sebanyak 246 rumah terdampak,” Tambahnya.
Diakhir, Pemerintah Kabupaten Tolitoli juga telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari ke depan, terhitung mulai 27 Oktober hingga 7 November 2025.
“Kebutuhan mendesak warga terdampak banjir adalah Logistik Penanggulangan Bencana (PB), peralatan, air bersih, normalisasi sungai, penguatan tebing sungai, dan pemasangan bronjong dan Saat ini warga masih membersihkan rumahnya masing-masing dan para pengungsi telah kembali ke rumah,” Tutupnya. ***









