Tolitoli, – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menghadiri rapat kerja bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli yang diselenggarakan pada Jumat, 3 Oktober 2025, bertempat di Aula Lantai 3 Hotel Alatas, Tolitoli.
Rapat kerja ini bertujuan untuk melakukan evaluasi program kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli, sekaligus membahas strategi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kadis Kesehatan Sulteng, Wayan Apriani, SKM., M.Epid., Plt. Kadis Sosial, Dr. Farid Rifai, S.Sos., M.S., Kadis Dukcapil, Andi Hajidin, S.E., M.Si., Plt. Kadis P2KB, Rina Zuriati, S.E., M.M., Direktur RSUD Undata, drg. Herry Mulyadi, M.Kes., Direktur RS Madani Palu, dr. Habibi Sotar Hutur, S.P.OT., Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rustan Rewa, SP., MP., Direktur rumah sakit Mokopido Tolitoli, dr. Hayyatunnufus, Sp.N., FINA., AIFO-K., M. H. Kes ,Para kepala puskesmas, serta tenaga kesehatan dari berbagai unit pelayanan Se-Kabupaten Tolitoli.
Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli, M. Nasir H. Hasan, mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur. Ia menyampaikan bahwa Tolitoli memiliki 15 Puskesmas di 10 kecamatan dan 2 rumah sakit, namun hanya RS Mokopido yang aktif sebagai rujukan, dan kini mengalami overkapasitas.Nasir meminta perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur untuk meninjau langsung kondisi RS Mokopido. Ia juga berharap percepatan kerja sama BPJS dengan RS Malala agar beban RS Mokopido berkurang.
Data BPJS menunjukkan waktu tunggu pasien di RS Mokopido mencapai 6 jam—tertinggi di Sulawesi Tengah, akibat tingginya jumlah pasien. Penggunaan aplikasi Mobile JKN juga masih rendah.
Tolitoli kata Wagub, telah menjadi prioritas UHC selama empat tahun dengan cakupan di atas 80%. Namun, ada penurunan peserta PBI sekitar 1.000 orang. Pemda telah diajukan penambahan agar status UHC tetap terjaga dan mendukung program “Berani Sehat”.
Terdapat pula 40 pasien gangguan jiwa, beberapa ditelantarkan keluarga. Bahkan petugas harus memasukkan mereka dalam KK pribadi untuk mendaftar BPJS. Pasca-pengobatan, kurangnya pemantauan membuat pasien sering kambuh. Dinas Kesehatan berharap dukungan Dinas Sosial untuk solusi jangka panjang.
Sambutan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menekankan pentingnya tenaga kesehatan bekerja dalam satu komando untuk mendukung program “Berani Sehat dan Cerdas” yang telah menjangkau 90 ribu warga. Ia meminta rumah sakit dan puskesmas tetap melayani pasien ber-KTP Sulteng meski BPJS menunggak, karena layanan bisa diakses melalui aplikasi Sehati.
Wagub mengapresiasi capaian UHC di Kabupaten Tolitoli yang mencapai 85% dengan kepesertaan JKN aktif sebesar 102%. Ia menekankan pentingnya aplikasi Sehati dalam memantau pelaksanaan program kesehatan daerah.
Beberapa isu kesehatan prioritas yang disoroti:
-Stunting: Prevalensi masih 27%. Puskesmas diminta mendata bayi dan balita yang tidak tumbuh sesuai standar.
-ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa), Petugas puskesmas akan dilatih agar penanganan lebih baik dan tidak ada lagi praktik pemasungan.
-Tuberkulosis TBC: Ditekankan perlunya koordinasi untuk menjaga ketersediaan obat dan pelaporan ke Dinas Kesehatan Provinsi.
Tenaga Medis Lokal: Mahasiswa kedokteran asal daerah diharapkan difasilitasi agar bisa kembali dan mengabdi di kampung halaman.
Wagub juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, pemerataan tenaga medis, peningkatan layanan, serta pemanfaatan teknologi informasi.
“Kesehatan adalah pilar utama pembangunan daerah. Saya mengajak seluruh jajaran Dinas Kesehatan bekerja dengan integritas, inovasi, dan semangat kolaboratif demi masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar dr. Reny.
Ia turut mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan di Tolitoli yang tetap bekerja keras meski menghadapi tantangan pandemi, keterbatasan fasilitas, dan akses wilayah terpencil.Rapat kerja ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi pembangunan kesehatan di Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tolitoli secara menyeluruh. Acara rapat kerja ditutup dengan menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial berupa Enam Kursi Roda dan Alat Bantu Untuk Lansia. dan Penandatanganan Komintmen Pelaksanaan Program berani sehat untuk kepala UPT puskesmas Se-Kabupaten Tolitoli bersama kepala dinas kesehatan Kab.Tolitoli. dan mengunjungi Fasilitas Kesehatan Puskesmas dan Rumah Sakit









