Peluncuran Program Sosial Bertajuk “Makan Bergizi Gratis” Di buka Langsung Wakil Bupati Tolitoli

Oplus_131072

Tolitoli – Yayasan Ummu Alyssa Putri resmi meluncurkan program sosial bertajuk “Makan Bergizi Gratis” Yang merupakan program Pemerintah Pusat. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (15/9/2025), pukul 08.30 WITA, dan dipusatkan di MAN Tolitoli.

Bacaan Lainnya

Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Ummu Alyssa Putri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam aspek pemenuhan gizi dan ketahanan pangan. Program ini menyasar anak-anak sekolah, lansia,ibu hamil dan Menyusui yang membutuhkan asupan makanan bergizi setiap harinya.

Acara ini di hadiri, oleh Forkopimda, Forkopimca, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kadis Kesehatan, Sekcam Baolan , pimpinan Yayasan umum Alisa Putri, pengurus satuan pemenuhan pelayanan sekolah MAN Kabupaten Tolitoli.

Sambutan Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan,Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata komitmen kita dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pemenuhan gizi sejak usia sekolah. Masalah gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan, termasuk di Kabupaten Tolitoli.Program ini bertujuan menyediakan asupan gizi yang sehat, seimbang, dan terjangkau bagi anak-anak, agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan percaya diri. Kami juga berharap program ini membantu orang tua serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat.

Dapur yang diresmikan hari ini adalah dapur kedua yang dibangun untuk mendukung program ini. InsyaAllah, akan dibangun lebih banyak dapur dengan dukungan TNI, Polri, dan organisasi masyarakat. Kami mengapresiasi kontribusi semua pihak, khususnya Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Faisal, dan lainnya.

Kebutuhan logistik cukup besar. Untuk 2.400 siswa, dibutuhkan sekitar 5 ton beras per bulan. Namun, kita perlu mengantisipasi dampak terhadap ketersediaan dan harga bahan pangan di pasaran. Kami bersama pihak terkait akan mengendalikan inflasi, termasuk melalui subsidi transportasi pangan. Sebagian bahan masih didatangkan dari luar daerah, seperti ayam, sementara beras dan bawang sudah tersedia. Harapannya, ke depan program ini berjalan lebih efisien dan tidak membebani masyarakat. Kami tegaskan, dapur ini tidak pernah berniat menyajikan makanan basi atau tidak layak konsumsi. Jika ada keluhan, sampaikan langsung ke guru atau pengelola dapur, bukan ke media sosial demi sensasi. Jaga keharmonisan sosial di lingkungan kita, makanan yang disajikan telah diatur oleh ahli gizi. Jika rasanya agak tawar, itu demi kesehatan. Belajarlah bersyukur, karena belum semua sekolah mendapat fasilitas ini.

Kepala SPPG MFL Baru Yayayan Ummu alysa putri, Ghefira Fattimatuzahrah ,Mengatakan ingin menyampaikan informasi terkait program untuk penerima manfaat di wilayah Kelurahan Tuweley. Sasaran utama kita saat ini adalah sekolah-sekolah yang berada di wilayah tersebut. Tercatat ada 8 sekolah dengan total 2.431 penerima manfaat.

Untuk jenjang SD, distribusi telah dimulai sejak pukul 08.40 bersamaan dengan acara peresmian peluncuran program. Dari jumlah keseluruhan, penerima manfaat yang sudah menerima bantuan pada tahap ini berjumlah sekitar 779 orang. Jumlah terbanyak penerima manfaat memang berada di jenjang SD, SMP, dan SMA. Untuk wilayah dapur MFL, saat ini masih terdapat satu dapur aktif yang berlokasi dekat dengan Sekolah Integral. Dapur ini masih mencakup kebutuhan penerima manfaat di wilayah Tuweley. Ke depannya, kami akan melakukan kegiatan pemetaan, agar dapur-dapur yang lebih dekat dengan sekolah-sekolah di wilayah Tuweley bisa dioptimalkan.

Berdasarkan informasi terakhir, satu dapur idealnya dapat melayani hingga 3.500 penerima manfaat, termasuk balita, ibu menyusui (busui), dan ibu hamil (bumil). Harapannya, masyarakat dapat mendukung penuh kegiatan MBG ini. Apabila terdapat kendala atau kejadian di lapangan, kami sangat mengharapkan agar informasi tersebut disampaikan langsung kepada SPPG atau mitra kami. Jika memungkinkan, bisa juga langsung disampaikan kepada petugas pengantar Ongri, agar informasi tersebut bisa ditindaklanjuti secara internal dan tidak langsung disebarluaskan ke media sosial. Hal ini penting agar dapat dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan program ke depan. ***

Pos terkait

banner 468x60