Pemkab Tolitoli Perpanjangan Masa Tanggap Darurat

Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Pemerintah Kabupaten Tolitoli secara resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana Banjir bandang selama 7 hari ke depan terhitung sejak tanggal 3 hingga 10 November 2025.

Perpanjangan masa tanggap darurat ini tertuang dalam keputusan Bupati Tolitoli tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana banjir, angin kencan dan tanah longsor di Kabupaten Tolitoli Tahun 2025, yang ditandatangani Bupati Tolitoli Hi Amran Hi Yahya.

“Ya, hasil evaluasi kita, dari awal penetapan status tanggap darurat tanggal 27 Oktober hingga 2 November 2025, korban dampak Banjir masih membutuhkan bantuan pemerintah daerah. Hasil rapat koordinasi dan evaluasi status tanggap darurat bencana Banjir di tambah 7 hari kedepan,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli Abdullah Haruna, Senin (03/11/2025) Sore di Lokasi posko tanggap Darurat.

Keputusan ini diambil kata Kalak BPBD, karena kebutuhan logistik serta kebutuhan lainnya masih di butuhkan oleh Korban terdampak, dampak lainnya yakni pada sektor banyaknya sedimen material yang membuat sebagai sungai menjadi dangkal masih butuh penanganan serius oleh pemerintah melalui BPBD, Dimana, kata Abdullah Haruna jumlah Masyarakat yang masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.

Sementara itu, kata dia, untuk warga masyarakat yang terdampak banjir mencapai 1.345 Kepala Keluarga (KK).

Menurutnya, kondisi saat ini membutuhkan pertimbangan yang akurat dari BPBD, menyusul tanggap darurat yang saat ini diperpanjang, sesuai dengan arahan Bupati Tolitoli.

“Dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memprediksi, Puncak Musim hujan baru akan terjadi di awal Bulan November hingga Desember 2025,” Katanya.

Data terbaru, untuk jumlah kecamatan yang terdampak bertambah yakni Kecamatan Galang tepatnya di desa malangga dan desa Ogomoli, yang pada tanggal 28 November kembali di terjang banjir dan merusak beberapa Fasilitas umum milik pemerintah.

“hingga saat ini, data terus masuk di BPBD termaksud korban terdampak bencana angin puting beliung,” lanjutnya.

Sementara itu, pada perpanjangan masa tanggap darurat ini, Abdullah Haruna mengatakan, sejumlah upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam mengatasi kebutuhan mendesak warga, serta pengamanan normalisasi sungai di beberapa lokasi.

Sementara itu Bupati Tolitoli Hi Amran Hi Yahya menyampaikan, Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana banjir ditetapkan berdasarkan dari hasil evaluasi, jumlah jiwa terdampak serta jumlah Kepala Keluarga (KK) dan luas wilayah yang terdampak meningkat.

Hal lain yang menjadi pertimbangan perpanjangan masa Tanggap Darurat Bencana banjir dan angin puting beliung diantaranya kebutuhan logistik korban terdampak banjir dan tentunya ini semua berdampak pada ekonomi masyarakat.

Diakhir Hi Amran Hi Yahya menuturkan sebagai pemerintah daerah akan berupaya terus semaksimal mungkin membantu masyarakat dalam mengatasi kebutuhan masyarakat yang terjadi akibat banjir bandang.

“Hingga saat ini pemerintah daerah Tolitoli masih terus berkordinasi dengan pemerintah Provinsi, dan pusat agar apa yang di butuhkan masyarakat bisa segera di salurkan, dan Alhamdulillah hingga saat ini bantuan dari berbagai kelompok, lembaga, dan elemen masyarakat masih terus mengalir untuk membantu Korban terdampak banjir. Dan sy juga ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang sudah membantu meringankan beban masyarakat,” Tutupnya. ***

Pos terkait

banner 468x60