Sayang Sekali, Beberapa Rujab di Pulang Pisau Tak Dihuni

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Rumah Jabatan (Rujab) atau biasa disebut juga dengan istilah Rumah Dinas (Rudin) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau tak ubahnya seperti sarang hantu. Pasalnya, selain gelap kalau malam hari, ada beberapa Rujab yang tidak dihuni sehingga ditumbuhi rumput ilalang.

Bacaan Lainnya

Hasil pantauan media ini, Rujab yang berlokasi di Jalan Abel Gawei (Rei 2), Kelurahan Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir itu sebagian sudah didiami oleh beberapa pejabat seperti Sekda, para Asisten Bupati, Staf Ahli dan Kepala Dinas yang bertugas di Kabupaten yang berjuluk Bumi Handep Hapakat ini.

“Tapi masih ada yang kosong dan itu sangat sayang sekali kalau nggak ditempati, kan rumah-rumah itu dibangun dengan menggunakan anggaran yang tidak sedikit, masa mirip rumah hantu begitu,” kata warga yang enggan disebut namanya kepada media ini, Kamis (18/04/2024).

Dirinya menilai, sangat mubazir apabila Rujab-rujab yang sudah sering diperbaiki itu dibiarkan kosong. Apalagi, didalam Rujab itu sebagian sudah dilengkapi perabotan rumah tangga seperti TV, Kulkas, Kursi Tamu, Tempat Tidur dan lain-lain.

“Ya intinya, kalau para pejabat berdiam di Pulang Pisau, itu juga mempermudah saat berurusan. Kerena mereka stay disini, jadi pelayanan yang sifatnya urgent secara otomatis bisa tertangani lebih cepat dan maksimal,” ketusnya.

Selama ini, lanjut ia, para pejabat yang yang tidak menghuni Rujab Pemkab Pulang Pisau, setiap harinya harus menempuh perjalanan pulang pergi (PP), entah itu dari Palangkaraya-Pulang Pisau dan sebaliknya, juga ada yang dari Kabupaten Kapuas.

“Kita belajar matematika aja, selama lima hari kerja, mereka PP setiap hari itu menghabiskan berapa liter BBM. Pertanyaannya, berapa duit yang harus dikeluarkan untuk mereka PP setiap harinya dikalikan satu bulan dan duit siapa itu,” tegasnya.

Kalau ini dibiarkan, masih menurut dia, Kabupaten Pulang Pisau ini seolah-olah hanya dijadikan lahan atau tempat untuk mencari duit saja. Ketika sudah dapat duitnya, digunakan untuk belanja diluar Kabupaten Pulang Pisau.

“Coba kalau mau tinggal disini dari senin sampai Jum’at, berapa duit yang bisa dihemat. Belum lagi makan atau belanja, secara otomatis perputaran uang di Pulang Pisau ini bisa sedikit meningkat yang akhirnya berpengaruh pada perekonomian,” tegasnya.

Dia berharap, untuk kedepannya, para pejabat untuk segera bisa mendiami Rujab Pemkab Pulang Pisau yang sudah disediakan. “Sangat sayang, sayang dan sayang sekali kalau nggak dihuni, itu Rujab dibangun dari hasil kami bayar pajak lho, bukan dana perorangan. Saya berkomentar begini, karena saya berharap Kabupaten Pulang Pisau bisa tertata rapi untuk lebih maju lagi,” tandasnya. KABAR TODAY.ID

Pos terkait

banner 468x60