Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – DALAM upaya menyelamatkan penerus bangsa, Kejaksaan Negeri Tolitoli Melalui Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Tolitoli terus menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar Sekolah Menegah Pertama, (SMP).
Apalagi, penularan covid-19 di kalangan pelajar bisa lebih cepat terjadi di masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Anak menjadi salah satu spreader (penularan) di klaster keluarga yang berkontribusi dari anak anak.
“Anak-anak lebih mudah tertular covid-19, karna anak anak kita masih banyak yang belum bisa mentaati Protokol kesehatan, sehingga IAD Daerah Tolitoli fokus pada anak-anak SMP untuk di lakukan Vaksin. karena mereka adalah generasi yang harus diselamatkan sebagai penerus bangsa,” ujar Ketua IAD Daerah Tolitoli Ny. Lea Shinta Koerniawan saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi pelajar yang di lakukan secara Door to door disekolah pada Rabu, (24/11/2021).
Dimana pada hari Senin (22/11/2021) SMPN 3 Tolitoli menjadi sasaran Vaksinasi oleh Ibu ibu Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Tolitoli dengan jumlah sasaran yang berhasil di vaksin sebanyak 282 Orang, dan hari ini Rabu SMPN 1 Tolitoli menjadi sasaran selanjutnya dengan jumlah 90 Orang yang berhasil di Vaksin.

“Kegiatan ini sekaligus memberikan rasa aman kepada para pelajar yang sedang melaksanakan pembelajaran tatap muka, dan para pengajar dalam memberikan pembelajaran kepada siswa selama di sekolah,” Ungkapnya.
Ny Lea Shinta Koerniawan menegaskan, kegiatan vaksinasi ini murni dari inisiatif kejaksaan Negeri Tolitoli bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Tolitoli setelah beberapa bulan sebelumnya para guru-guru juga sudah dilakukan vaksin. Ketika penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan masyarakat telah beradaptasi dengan prokes 5 M, maka proses belajar mengajar tatap muka dapat segera diterapkan secara maksimal.
“Tentunya orang tua wali murid tidak perlu khawatir untuk anaknya yang akan di vaksin, karena progam vaksinasi ini dilandaskan pada pendekatan ilmiah, kemanjuran dan keamanan telah melewati berbagai uji klinis,” katanya.
“Oleh karena itu, dengan anak yang sudah di vaksin diharapkan mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil risiko klaster keluarga, sekolah dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi Covid-19,” papar Ny. Lea Shinta Koerniawan.

Seperti diketahui, menurut kepala kejaksaan Negeri Tolitoli Deddy Koerniawan SH MH, satu diantara berbagai kasus positif di Indonesia adalah anak-anak dan jumlah anak Indonesia yang tertular Covid-19 cukup besar, tentunya kasus Covid -19 Kepada anak menunjukkan kenaikkan sehingga perlu perhatian khusus dari semua pihak tak terkecuali IAD Daerah Tolitoli.
“Untuk itu, kami dari kejaksaan negeri Tolitoli hanya mendukung apa yang akan dilakukan Ibu ibu Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD)Daerah Tolitoli dan juga saya selaku kepala kejaksaan Negeri Tolitoli agar para orang tua wali murid dan para pelajar SMP tidak perlu takut dan khawatir dengan berbagai berita hoax yang beredar di dunia maya,” kata Deddy Koerniawan saat di temui dikantor kejaksaan Negeri Tolitoli.
“Vaksin tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi orang lain. Apalagi saat ini belum ada jenis proteksi lain dalam menghadapi Covid-19 sebaik yang diberikan vaksin,” tutur Deddy Koerniawan.
Dia menjelaskan, vaksinasi pelajar secara door to door kesekolah yang dilakukan IAD Daerah Tolitoli merupakan salah satu upaya akselerasi program vaksinasi 1 juta dosis per hari. Sehingga target herd immunity (kekebalan komunal) kepada masyarakat bisa tercapai hingga akhir tahun.
Menurut Kajari Tolitoli, aksi vaksinasi massal tahap I dan tahap II yang dilakukan Ibu ibu IAD Daerah Tolitoli, untuk kalangan dewasa dan pelajar (SMP) tersebut sudah dilakukan dari beberapa bulan lalu, mulai tingkat SMP, SMA, dan SMK di kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.
“Door to door ke sekolah untuk vaksinasi yang dilakukan IAD Daerah Tolitoli lebih mengedepankan keselamatan kepada anak bangsa khususnya para pelajar, dan hal inilah merupakan solusi yang paling efektif dan efisien yang dapat membantu menekan laju penyebaran Covid-19 dikalangan pelajar” Dukung Kajari.
Menurut dia, kegiatan ini telah diawali dari kecamatan Baolan dan kecamatan Galang, dan mulai dilakukan dari kelurahan Baru, kelurahan Panasakan, kelurahan Tuweley dan kelurahan Tambun. Daerah-daerah tersebut merupakan zona merah persebaran covid-19 beberapa bulan lalu.
Deddy Koerniawan mengingatkan, masyarakat selalu patuhi protokol kesehatan dan gotong royong saling bahu membahu menyisihkan rezekinya dan bisa berbagi ke saudara-saudara kita yang saat ini sedang terpuruk akibat pandemi ini, dan melalui kegiatan sosial ini kita harapkan agar pandemi ini segera berakhir. ***








