BRI Cabang Tolitoli Gelar Simulasi Tanggap Bencana Kebakaran

Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tolitoli menggelar pelatihan Simulasi Tanggap Bencana Kebakaran bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran Satpol PP kabupaten Tolitoli, Sabtu (20/04/2023) pagi.

Pimpinan Cabang BanK BRI Tolitoli Budi Mulia saat Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana kebakaran menjelaskan, kegiatan itu dilakukan untuk mempersiapkan sejak dini keterampilan karyawan dalam menghadap bahaya kebakaran.

Menurut Budi Mulia, manusia tidak ada yang tahu kapan bencana akan datang, sehingga perlu kesiapsiagaan bencana untuk menghadapinya termaksud Bank BRI Cabang Tolitoli.

Kebakaran kata Budi Mulia, sering terjadi di tengah masyarakat apalagi yang penduduknya padat. Banyak warga termaksud Pegawai Bank BRI Tolitoli tidak mengerti pencegahan dan penanganan kebakaran sehingga terkadang dapat merenggut korban jiwa dan kerugian materi yang sangat besar.

“Mitigasi, pencegahan, penanganan, dan pascakebakaran, itu perlu pelatihan, pengetahuan, dan keahlian, kami bersyukur mendapat ilmu dari para profesional di bidang penanganan kebakaran,” ujar Budi Mulia

Salah satu kata Orang nomor satu di Bank BRI Tolitoli menyampaikan Kebakaran yang terjadi di pasar di palu kemarin yang berdekatan dengan Kantor unit BRI, jadi ini mendi perhatian kita semua saat ini. Bukan hanya Kebakaran Banjir dan Gempa bumi dan tsunami juga perlu kita waspadai,” bebernya.

“Jadi hari ini kita semua harus bisa mengetahui bagaimana cara bagaimana melakukan penanganan pertama saat kebakaran serta penyelamatan diri termaksud aset yang ada di bank BRI sendiri,” Ujarnya.

Sementara itu, salah satu Anggota Yg om pemadam Kebakaran Jono di hadapan Karyawan Bank BRI menjelaskan simulasi kebakaran ini sangat di perhatikan, apalagi setiap orang perlu mendapat pengetahuan tentang bahaya kebakaran dan cara penanganannya dengan baik khususnya para ibu ibu.

“Apalagi yang sering di alami para ibu rumah tangga adalah kebocoran gas elpiji dan bagaimana bisa ditangani dengan baik, tentu tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan materi,” ucap Jono.

Lanjut ia memaparkan untuk mencegah terjadinya kebakaran di tempat kerja seperti pabrik, gedung dan lainnya, perusahaan perlu menerapkan manajemen keselamatan kebakaran yang tepat. Pertama mengidentifikasi sumber api yang mungkin berasal dari bahan yang mudah terbakar seperti BBM, colokan listrik, dan peralatan kerja lainnya.

Kedua, mengidentifikasi orang yang berisiko terkena kebakaran seperti karyawan, tamu, sekuriti petugas kebersihan, dan lainnya yang mungkin berada di ruang terisolasi.

Ketiga, sebelumnya kita lakukan Evaluasi dan lakukan Pengurangan Resiko dengan menyalakan api pada tempat yang diduga bisa mudah terbakar.

Dengan begitu, kita semua bisa langsung mendapatkan gambaran bagaimana ketika kondisi itu terjadi, sehingga bisa diperhitungkan seberapa cepat api itu akan menyebar ke bagian yang lain.

Keempat, Dokumentasikan, Rencanakan, Informasikan, Instruksikan, dan Lakukan Pelatihan antisipasi dan cara penanggulangan kebakaran yang baik dan benar.

Terakhir, lakukan penilaian risiko keselamatan kebakaran secara teratur. Dengan begitu, kondisi keselamatan kebakaran ini dapat terkontrol dengan baik dengan mengunakan alat pemadaman yang telah di sediakan.

Jika misalnya terjadi kebakaran antisipasi yang di lakukan adalah dengan memadamkan api secara Tradisional sehingga dapat membuat resiko terjadinya kebakaran lebih kecil dan yang terpenting adalah jangan perna panik. ***

Pos terkait

banner 468x60