KabarToday.Com
Proyek jembatan Cs yang ada di Desa Pangi Kabupaten Tolitoli, dinilai dikerjakan asal-asalan alias tak sesuai spek, pasalnya jembatan cs yang dikerjakan tahun 2017 dengan menelan anggaran Rp18 miliar itu, saat ini drainase dan pasangan opritnya amruk.
“Amruknya Drainase dan Orpit itu, karena diduga tidak sesuai spek, ” ungkap, Ketua LSM Bumi Bhakti Kabupaten Tolitoli, Ahmad Pombang, Senin (20/8/2018).
Dari pantauan kabar today, pasangan orpit jembatan itu terlihat terbelah, turun alias amruk, sementara drainase juga terlihat patah sebagian terbongkar dan ada juga drainase yang ditahan dengan sebatang balok.
“Kalau terus amruk dan dibiarkan, khawatir jalan akan terputus, ” katanya.
Proyek pekerjaan Jembatan Pangi II Cs ini telah diberitakan.
Proyek yang melekat di Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I Provinsi Sulawesi Tengah Kementrian PUPR senilai Rp18 milyar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017, terindikasi tidak sesuai perencanaan.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini di lapangan beberapa waktu lalu, pengerjaan drainase jembatan yang diduga dikerjakan oleh PT Delima Emas Gasindo, terkesan asal – asalan.
Penempatan batuan diduga tidak saling mengikat, sehingga terdapat garis vertikal yang menyebabkan oprit terlihat berlubang yang terindikasi akan mengalami patahan.
Kemudian pengerjaan acian pada drainase tersebut, memunculkan pori – pori besar antara spasi susunan batuan.
Drainase ini memerlukan acian yang rapi, supaya air tidak merembes keluar.
Pengerjaan beton drainase juga harus lebih rapi dan halus supaya air mengalir sampai ke pembuangan.
Jika dikerjakan dengan kasar maka akan menahan sedimentasi, sehingga terjadi pengendapan sedimen.
Selain itu, terlihat pula pori – pori besar pada beton drainase, diduga lantaran campuran semen yang kurang.***Erwin – Tolitoli









