Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., yang dikukuhkan menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting menjadi salah satu langkah maju dalam menurunkan angka penderita Stunting yang ada di wilayah Kodim 1305/BT.
Salah satu bentuk kepedulian dan perhatian serta dukungan dari TNI dalam penanganan terhadap masalah stunting, kembali di tunjukkan Plh. Danramil 1305-04/Dondo Peltu Irwan memberikan bantuan makanan tambahan kepada anak penderita stunting di wilayah TNI Angkatan Darat yang berada di Tingkat kecamatan.
“Bantuan tambahan gizi yang diberikan kepada anak stunting Qalila Rifanda Nur (18 bulan) dengan berat badan 7 Kg dan tinggi badan 73 Cm merupakan anak kandung dari pasangan Bapak Roy dan Ibu Narira warga Dusun Situmpang Desa Tinabogan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli,” Beber Peltu Irwan, Selasa (15/11/2022).
Ia menambahkan Program stunting ini merupakan salah satu program unggulan TNI AD yang di prakarsai Kepala Staf TNI AD yang kemudian diturunkan kepada para pimpinan di satuan bawah selaku orang tua asuh.
“kali ini kami semua yang ada di Tingkat kecamatan hingga desa binaan harus bisa menjadi bapak asuh bagi anak penderita Stunting, hal ini dilakukan agar program pemerintah dalam menurunkan penderita Stunting bisa berjalan dengan baik,” Pungkasnya.

Diketahui, di beberapa persoalan tingginya angka stunting di Kabupaten Tolitoli khususnya di pedesaan disebabkan rendahnya pemahaman terhadap pasangan muda, tentang pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu selama menjalani masa kehamilan.
Sementara itu Dandim 1305/BT Letkol Inf Lawdewick Brucelee Karthnie, S.Sos yang di konfirmasi melalui Via TLP menyampaikan pemberian bantuan tambahan gizi yang dilakukan Oleh. Danramil 1305-04/Dondo Peltu Irwan sebagai wujud kerjasama antara perintah Kabupaten Daerah bersama beberapa instansi khususnya TNI-AD dalam upaya menekan angka pertumbuhan stunting di Kabupaten Tolitoli.
Bantuan yang diberikan berupa telur makanan balita atau makanan bernutrisi, dan sedikit santunan kepada anak, semoga dengan bantuan penambah gizi kepada anak Qalila Rifanda Nur bisa sehat seperti sediakala,” sebut Dandim.
Menurut Lawdewick Brucelee Karthnie, Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada anak yang mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir. Akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berumur 1 tahun keatas.
“Salah satu upaya dan kepedulian terhadap tingginya angka stunting di Kabupaten Tolitoli adalah dengan meningkatkan jiwa sosial serta kepedulian kita bersama terhadap anak-anak penderita stunting, atau gizi buruk,” ungkapnya. ***









